Kenaikan Bea Balik Nama Diklaim Tak Pengaruhi Harga Mobil Suzuki

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PT Suzuki Indomobil Sales meluncurkan generasi baru dari Suzuki Baleno. Model baru ini dipersenjatai sejumlah fitur terkini dengan harga yang kompetitif. TEMPO/Wira Utama

    PT Suzuki Indomobil Sales meluncurkan generasi baru dari Suzuki Baleno. Model baru ini dipersenjatai sejumlah fitur terkini dengan harga yang kompetitif. TEMPO/Wira Utama

    TEMPO.CO, Jakarta - Kenaikan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) di DKI Jakarta sudah resmi naik, dari sebelumnya 10 persen menjadi 12,5 persen, sehingga di tahun ini sejumlah pabrikan otomotif memilih untuk menaikkan harga jual kendaraannya.

    Namun, menurut Direktur Marketing PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Donny Saputra, Suzuki tidak akan menaikkan harga jual kendaraannya karena kenaikan harga telah pihaknya lakukan pada Oktober lalu.

    "Hasil evaluasi, kami menaikkan harga di bulan Oktober. Khusus di bulan Desember, karena ada perubahan BBN-KB dari 10 persen menjadi 12,5 persen, tidak berpengaruh. Karena kenaikan ini, masih bisa kami serap dari kenaikan bulan lalu. Jadi di Desember tidak kami naikkan," jelas Donny di sela-sela peluncuran new Suzuki Baleno, Jumat 20 Desember 2019. 

    "Untuk penyesuaian harga, ada tiga hal yang mempengaruhi. Pertama regulasi, kedua biaya produksi, dan ketiga kompetisi," kata dia. 

    Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa kenaikan harga yang ditetapkan juga tidak harus seragam dan dipukul rata untuk satu model dengan model lainnya.

    Misalnya, Suzuki Jimny akan berbeda kenaikannya dengan model lain, pun dengan kendaraan di segmen komersial, seperti mobil pikap Carry.

    "Di beberapa produk Suzuki itu beda-beda kenaikannya. Ada yang naiknya cuma Rp2 juta, ada yang naik Rp7-10 juta, semua tergantung tipe dan jenisnya," ujar Donny.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara