Kaleidoskop 2019: GM-Datsun Nyerah, Mobil India Serbu Indonesia

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Datsun Go Live Special Version di GIIAS 2018. 2 Agustus 2018. TEMPO/Wisnu Andebar

    Datsun Go Live Special Version di GIIAS 2018. 2 Agustus 2018. TEMPO/Wisnu Andebar

    TEMPO.CO, Jakarta - Otomotif nasional diwarnai beberapa peristiwa mengagetkan. Dua di antaranya adalah keputusan General Motors yang akan menghentikan penjualan produk Chevrolet pada Maret 2020 dan kabar Datsun akan stop produksi di Pabrik Purwakarta mulai awal 2020.

    Berita General Motors hengkang sempat heboh karena selama ini pabrikan asal Amerika Serikat itu mati-matian berusaha merebut pasar konsumen Indonesia. Dari sisi penjualan, General Motors yang memasarkan Chevrolet memang tak semoncer pabrikan lain. Bahkan kalah dari para pendatang baru.

    Data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dari Januari-September 2019, Chevrolet baru membukukan 595 unit dari merek Chevrolet Spark 1.4L dan Chevrolet Trax 1.4. Kemudian untuk Chevrolet Trailblazer baru meraup 257 unit. Jika ditotal, penjualan wholesales Chevrolet baru 852 unit. Itupun baru angka wholesales belum angka penjualan sesugguhnya atau retail.

    Melihat itu, rasanya sulit bagi Chevrolet untuk membukukan penjualan lebih baik dari tahun 2018. Terlebih waktu tinggal menyisakan tiga bulan. Adapun total wholesales Chevrolet pada tahun 2018 lalu sebanyak 2.509 unit. Dengan total retail sales 2.444 unit.

    Dengan demikian, keputusan General Motors hengkang meninggalkan Indonesia rasanya cukup masuk akal. Seperti juga yang disampaikan Presiden GM Asia Tenggara, Hector Villarreal. Menurut dia, setelah melalui berbagai pertimbangan, Chevrolet menarik kesimpulan bahwa Indonesia bukan pasar yang baik.

    Meski demikian, General Motors mengklaim tak akan meninggalkan Indonesia. Mereka mengklaim tetap akan memberikan layanan purnajual, termasuk jaminan garansi produk, kepada konsumen Chevrolet di Indonesia.

    Datsun GO+ Panca kini dilengkapi transmisi CVT. (Datsun)

    Datsun Stop Produksi

    Setelah keputusan mengejutkan General Motors, Datsun diterpa rumor tak sedap. Merek yang satu grup dengan Nissan ini kabarnya akan menghentikan produksinya di Pabrik Purwakarta mulai awal 2020. Kabar itu datang Kementerian Perindustrian RI pada menjelang akhir November 2019.

    Presiden Direktur Nissan Motor Indonesia yang juga membawahi merek Datsun, Isao Sekiguchi, menyatakan bahwa Nissan-Datsun akan terus berkomitmen kepada pasar dan pelanggan di Indonesia. 

    “Rencana optimalisasi kami meliputi penyelarasan operasi bisnis, termasuk optimalisasi produksi,” kata Sekiguchi kepada Tempo, Senin malam, 25 November 2019. 

    “Sebagai bagian dari rencana ini, kami melakukan sejumlah langkah yang memastikan pertumbuhan kami di masa depan.”

    Jika melihat data penjualan yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales Datsun Go Panca dan Datsun Go+ Panca tak buruk-buruk amat. Artinya, masih ada peminatnya di Indonesia. Datsun Go Panca mencatat penjualan sebanyak 2.641 unit sepanjang Januari-Oktober 2019. Sedangkan Datsun Go+ Panca sebanyak 1.429 unit.

    Rumor yang berkembang, Pabrik Datsun di Purwakarta akan digunakan untuk merakit mesin Misubishi Xpander dan Nissan Livina.

    Renault Triber menjadi salah satu model yang banyak dikunjungi pengunjung GIIAS 2019. Minggu, 21 Juli 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    Renault Triber

    Jauh sebelum berita soal Datsun stop produksi, Renault resmi diambil alih PT Maxindo Renault Indonesia. Produk pertama yang diluncurkan adalah Renault Triber, kendaraan tujuh penumpang yang mengisi segmen Low MPV. Model ini meluncur di pameran otomotif GIIAS 2019 dan mulai dikirim ke konsumen pada Desember 2019. Renault mengklaim, total hingga November 2019 sudah ada sebanyak 1.400 pemesanan untuk model yang didatangkan langsung dari India.

    Renault Triber dibanderol mulai Rp 133 juta sampai Rp 169,9 juta. Harga ini beririsan dengan Daihatsu Sigra yang dijual mulai Rp 114 juta hingga Rp 156,75 juta.

    Mahindra Scorpio resmi masuk Indonesia. 17 Oktober 2019. TEMPO/Khairul Imam Ghozali.

    Mahindra

    India rupanya menjadi pemasok mobil yang cukup aktif untuk Indonesia. Renault Triber dan beberapa produk Suzuki didatangkan dari India. Kini, pabrikan India, Mahindra, datang menawarkan produknya ke Indonesia. Dua varian dipasarkan sekaligus yakni Mahindra Scorpio Double Cab dan Single Cab. Model ini akan mengisi kendaraan niaga ringan, bersaing dengan pemain lama seperti Toyota Hilux, Isuzu D-Max, dan Mitsubishi Triton. Mahindra juga akan bersaing dengan sesama pabrikan asal India, Tata Motors. 

    Selain mobil komersial, Mahindra juga disebut-sebut akan memasarkan mobil penumpang di Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.

    MG RX5-ilustrasi - Morris Garage

    Morris Garage

    Morris Garage dikabarkan masuk Indonesia mulai 2020. Morris Garage atau MG adalah merek asal Inggris, yang telah dibeli oleh perusahaan pelat merah Cina, SIAC Motor. MG saat ini memiliki fasilitas produksi di Thailand dan India. Ini seperti permainan puzzle, bagi peta bisnis General Motors beserta aliansinya di Indonesia.

    SAIC Motor selama ini dikenal memiliki kerja sama dengan General Motors, termasuk untuk produk Wuling di Indonesia. Salah satu produknya, Wuling Almaz, dijual dengan beberapa nama seperti Baojun 530 di Cina, Wuling Almaz (Indonesia), Chevrolet Captiva (Thailand, Fiji dan sejumlah negara di Amerika Latin), dan MG Hector (India).

    Morris Garage juga dikabarkan akan melakukan produksi di Indonesia. Bisa jadi mereka akan menggunakan pabrik Wuling di Cikarang yang juga memproduksi Wuling Almaz, Wuling Confero, dan Wuling Cortez.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Paparan Radiasi Cesium 137 di Serpong

    Bapeten melakukan investigasi untuk mengetahui asal muasal Cesium 137 yang ditemukan di Serpong. Ini berbagai fakta soal bahan dengan radioaktif itu.