Alasan Mazda Jagokan SUV Demi Tembus Target 7 Ribu Unit Penjualan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mazda CX-30 mulai dipasarkan di Indonesia, Selasa, 28 Januari 2020. TEMPO/Wira Utama

    Mazda CX-30 mulai dipasarkan di Indonesia, Selasa, 28 Januari 2020. TEMPO/Wira Utama

    TEMPO.CO, Jakarta - PT. Eurokars Motor Indonesia (EMI) yang menjadi APM Mazda di Indonesia mengandalkan line-up Sport Utility Vehicle atau SUV untuk bersaing di pasar otomotif Indonesia. Target tahun ini bisa menembus angka penjualan sebanyak 7.000 unit.

    " Sedan kita agak kurang, justru Crossover (SUV) jadi backbone lah"ujar Direktur Manajer PT. EMI, Ricky Thio, Selasa 28 Januari 2020.

    Komposisi penjualan Mazda, kata Ricky bahkan didominasi line SUV sekitar 80 persen. Adapun proyeksi penjualan Mazda tahun 2020 ditarget menembus anhka 7 ribu unit.

    "Kalau market share kita in-line dengan Gaikindo lah,"kata dia.

    Ricky optimistis target 7 ribu unit atau naik sekitar 2.000 unit lebih dari tahun 2019 itu bisa terwujud. Sebab, kata dia, saat ini EMI sudah mengeluarkan sejumlah produk baru yang bahkan sudah mulai dijual. Seperti Mazda2, Mazda3, Mazda CX5 facelift, CX8, dan CX-30.

    "Tahun 2019 menurun karena semua juga begitu. Tapi waktu 2018 itu, kita bisa jualan 6 ribuan. Nah, sekarang kita tinggal genjot penjualan,"ujarnya.

    Salah satu strategi EMI menggenjot penjualan, adalah melakukan penambahan dealer. Di mana saat ini total dealer EMI baru mencapai 31 unit.

    "Kemarin sudah ada di Palembang dan Bintaro. Sampai akhir tahun nnti, akan ada tambahan,"ujar Ricky.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.