Baterai Mercedes-Benz PHEV Terbaru Sanggup Melaju 60 Km

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mercedes-Benz meluncurkan model CLA 250e, CLA 250e Shooting Brake, dan GLA 250e. Ketiganya dibekali teknlogi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). (Mercedes-Benz)

    Mercedes-Benz meluncurkan model CLA 250e, CLA 250e Shooting Brake, dan GLA 250e. Ketiganya dibekali teknlogi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). (Mercedes-Benz)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pabrikan asal Jerman, Mercedes-Benz, memperkenalkan tiga model terbaru sekaligus yakni CLA 250e, CLA 2503 Shooting Brake, dan GLA 250e. Ketiganya merupakan dipersenjatai teknologi plug-in hybrid. Kendaraan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) ini akan tersedia di Eropa musim semi ini.

    Semua model Mercedes-Benz terbaru ini menggabungkan mesin pembakaran 1,3 liter dan motor listrik dengan total output 215 tenaga kuda dan torsi 450 Newton-meter. Satu-satunya pilihan gearbox adalah gearbox dual-clutch delapan percepatan. Ketiga model tersebut dibekali paket baterai hybrid 15,6 kilowatt-jam.

    Untuk CLA 250e, Mercedes memperkirakan rentang WLTP (Worldwide Harmonised Light Vehicle Test Procedure) antara 60 kilometer hingga 69 kilometer. CLA 250e Shooting Brake berada di kisaran 58 kilometer hingga 68 kilometer, dan GLA 250e 53 kilometer hingga 61 kilometer.

    Pengemasan sistem PHEV mencakup pemetaan ulang jalur knalpot dan mengintegrasikan tangki bahan bakar ke ruang pemasangan gandar belakang untuk membuka ruang pemasangan baterai. Mercedes mengatakan tata letak ini memungkinkan sedikit mengurangi kapasitas kargo belakang.

    Ketiga model ini dibekali sebuah sistem yang dapat membaca serta mengevaluasi data navigasi dan batas kecepatan yang berfungsi mengubah mode penggerak listrik untuk memaksimalkan teknologi hybrid.

    Pengemudi juga dapat mengaktifkan mode penggerak listrik secara manual sehingga mobil akan sepenuhnya digerakkan oleh tenaga listrik, kecuali pengemudi menekan pedal gas dalam-dalam sehingga komputer secara otomatis akan mengubah mode berkendara menggunakan tenaga mesin.

    Mercedes-Benz memperkirakan bahwa 90 persen dari gaya mengemudi sehari-hari dapat dilakukan murni menggunakan tenaga listrik. Hmmm, bagaimana kalau mengemudi di jalanan macet seperti di Jakarta?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara