Gagahnya Suzuki Baleno varian Crossover yang Dijual di Kolombia

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Potongan iklan Suzuki Baleno Cross. Sumber: rushlane.com

    Potongan iklan Suzuki Baleno Cross. Sumber: rushlane.com

    TEMPO.CO, New Delhi - Suzuki Baleno Cross diluncurkan di Kolombia. SUV crossover ini menggunakan basis Suzuki Baleno yang dirakit di India dan juga dipasarkan di Indonesia.

    Seperti dilansir dari Rushlane, Suzuki berpikir bahwa versi hatchback Baleno dengan paket semi off road ini akan diterima dengan baik di pasar Amerika Selatan. Untuk itu, Suzuki Baleno Cross telah diperkenalkan di Kolombia.

    Mobil ini dianggap kurang peminat di pasar India karena harganya yang lebih mahal di banding sejumlah merek lain di segmen yang sama. Dari sisi tampilan, Suzuki Baleno Cross memiliki desain yag lebih halus ketimbang mobil-mobil semi off-road lainnya.

    Baleno Cross memiliki bumper depan yang lebih sporty dan lebih ekspresif dengan strip samping dan roofrail. Ground Clearance juga dibuat lebih tinggi. Dari sisi interior, Baleno Cross masih identik dengan Baleno varian standar. Adapun ubahannya, hanya terletak pada tema warna yang disesuaikan dengan cat eksterior.

    Suzuki Baleno Cross untuk pasar Kolombia ditenagai mesin bensin 1,4 liter yang disetel untuk menghasilkan 95 hp dan torsi 130 Nm. Mesin ini dikawinkan dengan transmisi manual 5 percepatan dan gearbox matik 4 percepatan.

    Baleno Cross di Kolombia, dilengkapi dengan airbag depan ganda standar, dudukan ISOFIX dan ABS dengan EBD. Untuk trim tertinggi ditawarkan 6 airbag plus LED DRL

    Untuk diketahui Maruti Suzuk India Ltd., adalah produsen tunggal hatchback Baleno untuk seluruh pasar dunia. Spek untuk pasar Kolombia ini dirakit di India. Meski begitu, varian Cross ini sepertinya tidak akan dipasarkan di India maupun negara di Asia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.