Penampakan Hyundai H-1 Terbaru Beredar, Lebih Mewah Ancam Alphard

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penampakan Hyundai H-1 baru dalam pengujian di jalanan Korea Selatan. Sumber: indianautosblog.com

    Penampakan Hyundai H-1 baru dalam pengujian di jalanan Korea Selatan. Sumber: indianautosblog.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Tampilan Hyundai H-1 atau Hyundai Starex terbaru tertangkap kamera untuk pertama kalinya. Mobil van ini sekilas mirip Kia Carnaval. Hyundai H-1 atau Hyundai Starex telah dimata-matai untuk pertama kalinya di Korea Selatan. Mobil MPV ini terlihat mirip Kia Carnival dan bisa menjadi pesaing Toyota Alphard.

    Hyundai H-1 diperkenalkan pertama kali pada 2007 dan sempat mendapat pembaruan atau facelift pada tahun 2018. Namun beredar rumor jika pada tahun 2021 akan hadir dengan banyak ubahan. Kuat dugaaan model itu akan menyerupai Kia Carnaval seperti yang ada dalam penampakan tersebut.

    Penampakan Hyundai H-1 baru dalam pengujian di jalanan Korea Selatan. Sumber: indianautosblog.com

    Hyundai H-1 yang masih berkamuflase itu tampaknya lebih kontemporer atau tidak terlihat seperti mobil van kotak biasa. Tampilannya juga lebih menarik dari model sebelumnya. Gril radiator terlihat sangat lebar, yang diapit oleh lampu utama LED yang terpisah.

    Hyundai H-1 generasi sekarang tersedia dengan fitur-fitur seperti lampu depan proyektor, velg 17-inci, lampu belakang LED, pintu geser di samping, dan pintu belakang. Tersedia juga kamera 360 derajat dan sistem infotainment layar sentuh 8-inci.

    Umumnya H-1 digunakan sebagai kendaraan penumpang, kendaraan kemping, bus sekolah, ambulans, dan banyak versi penumpang lainnya. Tergantung pada penggunaaan konsumen.

    Konsumen dapat memilih dari berbagai mesin empat silinder, seperti 175 PS bensin 2.4 liter MPi, 100 PS 2.5 liter TCi diesel, 136 PS 2.5 liter CRDi WGT diesel dan 170 PS / 175 PS 2.5 liter CRDi VGT diesel.

    INDIAN AUTOSBLOG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.