Krisis Corona, Penjualan Sepeda Motor Turun 50 Persen Tahun Ini

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung melihat sepeda motor terbaru keluaran Kawasaki yang dipamerkan dalam Indonesia Motorcycle Show atau IMOS 2018 di Jakarta Convention Centre, Jakarta, Rabu, 31 Oktober 2018. Pameran ini berlangsung hingga 4 November 2018. ANTARA/Muhammad Iqbal/ama

    Pengunjung melihat sepeda motor terbaru keluaran Kawasaki yang dipamerkan dalam Indonesia Motorcycle Show atau IMOS 2018 di Jakarta Convention Centre, Jakarta, Rabu, 31 Oktober 2018. Pameran ini berlangsung hingga 4 November 2018. ANTARA/Muhammad Iqbal/ama

    TEMPO.CO, JakartaPenjualan sepeda motor di Indonesia diperkirakan terkoreksi 50 persen sepanjang tahun ini, akibat dampak penyebaran virus corona baru (Covid-19).

    Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Johannes Loman menyatakan dampak pandemi Covid-19 sangat terasa bagi industri kendaraan roda dua. Dia memprediksi dampak tersebut akan memengaruhi setengah penjualan dari total pasar.

    “Total market yang kami prediksi pada tahun ini mencapai 6,4 juta unit, mungkin bisa turun 40-50 persen,” ujarnya dalam diskusi Industry Roundtable secara daring, Jumat, 15 Mei 2020. 

    Menurut Loman, penurunan tersebut disebabkan sepeda motor merupakan alat produksi, sehingga apabila perekonomian ke depan kurang baik, maka konsumen dipastikan menahan pembelian.

    Selain itu, sebesar 70 persen pembelian sepeda motor menggunakan kredit. Pada saat bersamaan, perusahaan pembiayaan atau leasing ikut memperketat pemberian kredit kepada konsumen. 

    “Memang yang kami pikirkan di asosiasi adalah bagaimana industri ini tetap bertahan. Memang, untuk bisa survive harus saling bahu membahu, antara vendor, agen pemegang merek, customer, jaringan, dan finance company,” ujarnya.

    Loman mengungkapkan setidaknya ada 1 juta-2 juta orang yang terlibat di dalam industri sepeda motor. Sehingga, asosiasi merasa perlu untuk terus membangun komunikasi konstruktif dengan berbagai pihak, terutama dengan lembaga pembiayaan, agar industri sepeda motor mampu bertahan dari krisis.

    Di sisi lain, industri sepeda motor dinilai harus mulai beradaptasi dengan situasi saat ini dan mengubah strategi operasional. Salah satu fokus yang dia tekankan adalah pentingnya digitalisasi dalam industri.

    “Digitalisasi menjadi penting, di mana proses penjualan bisa memanfaatkan teknologi digital. Ini mungkin bisa jadi kesempatan di tengah Covid-19 untuk memaksa perusahaan melakukan peremajaan,” kata Loman.

    BISNIS

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.