Sebelum General Motors, Wuling dan DFSK Sudah Punya Van Listrik

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • DFSK Gelora Listrik (Kiri) dan mesin bensin (kanan). Tempo/Wawan Priyanto

    DFSK Gelora Listrik (Kiri) dan mesin bensin (kanan). Tempo/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, JakartaVan listrik sepertinya bakal menjadi tren baru di bisnis kendaraan komersial ringan. General Motors, Ford, Start up Rivian, dan bahkan Tesla disebut tengah menyiapkan van listrik untuk penumpang maupun barang.

    Bicara soal van listrik, produsen mobil asal Cina, Dongfeng Sokon (DFSK), telah memperkenal satu model van listrik di pameran Gaikindo International Commercial Vehicle (Giicomvec) di Jakarta Convention Center, Jakarta, 5 Maret 2020. Van listrik itu diberi nama DFSK Gelora E. Dari namanya yang ‘Indonesia banget’ besar kemungkinan model itu segera dipasarkan.

    DFSK Gelora E ditawarkan dalam dua varian, van untuk penumpang (bisa menampung 12 penumpang) dan blind van untuk kargo.

    DFSK Gelora E didukung dengan pengisian fast charging sebanyak 20-80 persen hanya membutuhkan waktu 80 menit, dengan jarak tempuh berkendara hingga 300 kilometer. Sedangkan untuk pengisian reguler, DFSK Gelora E memiliki pengisian normal yang cocok untuk lingkungan listrik rumah tangga dengan rata-rata 220V 16A.

    Mobil Van bertenaga listrik Rivian pesanan Amazon untuk jasa pengiriman sedang diproduksi di Plymouth, Michigan, Amerika Serikat, 13 November 2019. Jordan Stead/Amazon/Reuters

    Sebagai kendaraan komersial, jelas DFSK Gelora E didukung dengan tenaga yang kuat dan bisa diandalkan di berbagai situasi dengan torsi maksimum mencapai 200 Nm. Selain itu, versi DFSK Gelora ditenagai mesin bensin 1.5L DVVT yang teknologinya berstandar emisi Euro IV dan memiliki output kuat 80Kw (107 HP) dan torsi maksimum 148 Nm.

    Tidak ketinggalan soal keamanan, DFSK Gelora E sudah mengadopsi langkah-langkah perlindungan seperti perlindungan isolasi, perlindungan tegangan tinggi, tahan debu dan air (hingga standar IP67), dan sistem perlindungan baterai yang ketat untuk memastikan keamanan baterai dalam kondisi ekstrim.

    DFSK Gelora memiliki dimensi 4.500mm x 1.680mm x 2.000mm (PxLxT) yang memberikan kabin ekstra luas dan lapang, serta dipadukan dengan kemampuan berkendara yang mantap. Sebagai model minibus, DFSK Gelora memiliki kapasitas maksimal 11 jok untuk penumpang, dengan konfigurasi yang fleksibel mulai dari 2/7/9/11 sesuai dengan kebutuhan. Beralih untuk model blind van, panjang kabin mencapai 2,63m (luas 4,8 meter cubic) sangat cocok untuk meningkatkan kapasitas kargo dan cocok untuk kebutuhan logistik, katering, aplikasi khusus perkotaan, dan aspek lainnya.

    Soal harga, DFSK Gelora E diperkirakan akan siap dijual dengan harga Rp489 - 499 juta untuk tipe MB dan Rp469 - 479 juta untuk tipe BV. Estimasi harga Gelora versi listrik tersebut sudah termasuk bea cukai dan tidak termasuk pajak barang mewah.

    Wuling Rongguang EV, van listrik pertama Wuling. (Wuling)

    Wuling, sesama produsen mobil asal Cina, juga memiliki van listrik yang diluncurkan pada 9 Mei 2020. Namanya Ronggung EV. Van listrik pertama Wuling ini ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan bisnis maupun pribadi, sama seperti pada DFSK Gelora, bisa untuk mengangkut penumpang maupun kargo (blind van). 

    Versi komersial (blind van) ditawarkan dengan harga RMB 83.800 (setara Rp 165,8 juta, kurs saat ini RMB 1 = Rp 1.978) dengan daya jelajah sejauh 252 kilometer untuk sekali pengisian daya. Sedangkan versi penumpang memiliki jangkauan 300 kilometer dengan harga RMB 89.800 (setara Rp 177, 7 juta). Harga tersebut tentunya sudah disesuaikan dengan subsidi nasional untuk kendaraan energi baru di Cina.

    Dengan dimensi yang sama dengan saudara kandungnya yang ditenagai oleh mesin pembakaran internal dan wheelbase 3.050 milimeter, Rongguang EV memiliki ruang kargo seluas 5,1 meter kubik. Van listrik ini juga dilengkapi dengan power steering listrik (EPS) dan dilengkapi dengan kantong udara samping pengemudi untuk keamanan tambahan.

    Rongguang EV telah menjalani pengujian jalan dengan intensitas tinggi lebih dari 100.000 kilometer. Baterai 42-kWh-nya saja telah menjalani lebih dari 40 tes ketat seperti kebakaran, tabrakan, getaran, dan ekstrusi. Ini telah menerima peringkat IP68 tahan air dan tahan debu canggih.

    Van listrik Wuling mendukung pengisian AC konvensional dan pengisian cepat DC. Dengan menggunakan pengisian daya AC, baterai dapat terisi penuh dalam tujuh jam. Dengan pengisian cepat DC, baterai dapat terisi penuh hanya dalam waktu dua jam.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto