Bukti Baru Kasus Carlos Ghosn, Ada Transfer Uang Kripto Rp 7,3 M

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Carlos Ghosn. moneycontrol.com

    Carlos Ghosn. moneycontrol.com

    TEMPO.CO, JakartaJaksa pengadilan federal Amerika Serikat menemukan bukti baru berupa mata uang kripto yang menjadi salah satu metode pembayaran terkait pelarian Carlos Ghosn dari Jepang ke Libanon.

    Jaksa menyebutkan bahwa Anthony Ghosn -- putra mantan pimpinan Nissan Carlos Ghosn -- membayar US$ 500.000 (Rp7,3 miliar) dalam bentuk mata uang kripto (cryptocurrency) kepada salah satu dari dua orang tersangka yang membantu ayahnya meninggalkan Jepang.

    Dilansir Reuters, Jumat, 24 Juli 2020, jaksa pengadilan federal mengatakan Anthony Ghosn membayar Michael Taylor, pensiunan pasukan khusus AS dan spesialis keamanan swasta, bersama anaknya Peter Taylor, untuk membantu Ghosn melarikan diri menggunakan jet.

    Ghosn yang juga ketua aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi, kata jaksa, telah mentransfer uang itu dua bulan sebelum pelariannya ke Libanon.

    Jaksa mengajukan daftar bukti pembayaran sebagai pertimbangan kepada pengadilan agar tidak memberikan pembebasan bersyarat kepada Michael dan Peter Taylor.

    Argumen lain yang disampaikan jaksa di pengadilan adalah, Taylor memiliki akses untuk melarikan diri dan sangat dekat dengan Carlos Ghosn, sehingga ia meminta pengadilan mempertimbangkan pembebasan bersyarat tersebut.

    Pengacara Taylor dan juru bicara Ghosn enggan berkomentar terkait hal ini.

    Persidangan akan dilanjutkan pada pekan depan. Di sisi lain, Ghosn merasa tidak bersalah telah melakukan kejahatan keuangan saat memimpin Nissan. Keluarga Taylor juga menilai bahwa membantu Ghosn meninggalkan Jepang bukanlah pelanggaran hukum, demikian Reuters.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Tips Agar Lebih Mudah Bangun Sahur Selama Ramadan

    Salah satu tantangan selama puasa Ramadan adalah bangun dini hari untuk makan sahur.