Cina Bangun Infrastruktur Pertukaran Baterai untuk Mobil Listrik

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil listrik NIO ES8 dipamerkan di Shanghai auto show, Shanghai, Cina 17 April 2019. REUTERS/Aly Song

    Mobil listrik NIO ES8 dipamerkan di Shanghai auto show, Shanghai, Cina 17 April 2019. REUTERS/Aly Song

    TEMPO.CO, Beijing - Pemerintah Cina melalui Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi mengatakan akan meningkatkan upaya untuk memajukan pembangunan infrastruktur pertukaran baterai mobil listrik (battery swap), demikian Kantor Berita Xinhua melaporkan, Kamis, 23 Juli 2020. Langkah ini sekaligus untuk mempromosikan pertumbuhan kualitas sektor kendaraan energi baru (NEV). 

    Mode pertukaran baterai akan diujicobakan di beberapa wilayah termasuk Beijing dan Hainan, Xin Guobin, wakil menteri MIIT, mengatakan pada konferensi pers.

    Berdasarkan data MIIT, saat ini Cina telah membangun 38.000 stasiun pengisian baterai mobil listrik, 449 stasiun pertukaran baterai, dan 1,3 juta tiang pengisian. 

    “Meskipun ekspansi cepat, sektor ini tidak memiliki teknologi inti yang kuat dan kenyamanan pengisian daya,” katanya.

    Menurut Xin, mode pertukaran baterai, kondusif untuk memperpanjang usia baterai, akan membantu meningkatkan keamanan dan menurunkan biaya untuk pembeli NEV. 

    MIIT juga mendorong produsen kendaraan listrik dan perusahaan terkait untuk mengembangkan teknologi pengisian dan penukar baterai baru.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020 Jalan Terus, Ada Usulan Perihal Pelaksanaan dalam Wabah Covid-19

    Rapat kerja antara DPR, Pemerintah, KPU, Bawaslu dan DKPP menyepakati bahwa Pilkada 2020 berlangsung 9 Desember 2020 dengan sejumlah usulan tambahan.