Sepeda di Jalan Tol, Begini Praktiknya di AS dan Eropa

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Jalan Thamrin yang tetap ramai dikunjungi masyarakat dan pesepeda, walaupun Pemprov DKI meniadakan Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau CFD pada akhir pekan ini, Ahad, 16 Agustus 2020. TEMPO/M JULNIS FIRMANSYAH

    Suasana Jalan Thamrin yang tetap ramai dikunjungi masyarakat dan pesepeda, walaupun Pemprov DKI meniadakan Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau CFD pada akhir pekan ini, Ahad, 16 Agustus 2020. TEMPO/M JULNIS FIRMANSYAH

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meminta disediakan jalur sepeda di jalan tol khusus untuk hari Minggu pagi.

    Sepeda masuk jalan tol memang wacana baru di Indonesia. Namun di Amerika Serikat, sudah ada pengaturannya.

    Situs pehobi sepeda Bicycle Universe mencatat sebagian besar negara bagian Amerika Serikat melarang sepeda masuk ke interstate dan highway (tol). Namun ada beberapa yang membolehkan.

    Negara bagian yang membolehkan yakni Alaska, Arizona, Idaho, Montana, Nevada, New Mexico, Oregon, Texas, Utah, Washington, dan Wyoming.

    Selain itu, ada negara bagian yang membolehkan sepeda hanya jika ada jalur khusus sepeda. Negara bagian yang dimaksud yakni California, Colorado, Florida, North Carolina, dan Oklahoma.

    Negara-negara bagian yang disebutkan itu punya satu kesamaan, yakni lalu lintas tolnya jauh lebih lengang dibanding negara bagian yang melarang.

    Sepeda dilarang di jalan tol Amerika Serikat sebab membahayakan tak hanya bagi pesepeda itu sendiri, juga bagi kendaraan lain.

    Kendaraan yang biasa melaju di jalan tol AS besar dan berat. Contohnya truk gandeng. Kecepatannya bisa mencapai 100 kilometer per jam.

    Jalan tol juga tak aman untuk menyeberang. Ini tentunya bahaya bagi sepeda yang ingin berganti lajur, apalagi dengan kecepatan yang rendah.

    Lalu bagaimana dengan Eropa? Di Eropa, sepeda juga tak boleh masuk ke tol. Namun beberapa negara justru membangun jalan tol khusus sepeda.

    Dilansir dari harian Die Welt, pada 2015, Pemerintah Jerman membangun Radschnellweg Ruhr (RS1). RS1 adalah autobahn atau tol pertama khusus sepeda. Panjangnya mencapai 101 kilometer dan menghubungkan 10 kota.

    Eropa memang jauh lebih unggul dibanding negara-negara lain dalam menciptakan jalanan ramah sepeda. Meski tak mengizinkan sepeda di jalan tol, jalanan kota-kota Eropa mampu membagi ruang untuk mobil, sepeda, hingga pejalan kaki dengan aman.

    Negara-negara Eropa bahkan berambisi membangun EuroVelo, lintasan sepeda yang tersambung ke seluruh bagian Eropa.

    Nah, Pak Gubernur Anies, akan meniru model Amerika atau Eropa?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.