FIA Larang Penjiplakan Mobil F1 Pink Mercedes Racing Point

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap tim Racing Point Sergio Perez ikuti sesi tes Pramusim Pertama F1 2019 di Sirkuit Catalunya, Barcelona, Spanyol, 18 Februari 2019. Sebanyak 11 pembalap akan mengikuti jalannya hari pertama testing F1 2019. REUTERS/Albert Gea

    Pembalap tim Racing Point Sergio Perez ikuti sesi tes Pramusim Pertama F1 2019 di Sirkuit Catalunya, Barcelona, Spanyol, 18 Februari 2019. Sebanyak 11 pembalap akan mengikuti jalannya hari pertama testing F1 2019. REUTERS/Albert Gea

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengatur F1 FIA pada hari Jumat lalu di London resmi melarang rekayasa balik yang memungkinkan tim Racing Point menggunakan komponen mirip milik mobil Mercedes, pemenang F1 tahun lalu.

    FIA mengatakan Dewan Olahraga Motor Dunia (WMSC) telah menyetujui perubahan pada peraturan teknis 2021. "Yang akan mencegah penggunaan ekstensif rekayasa terbalik dari desain saingan untuk desain permukaan aerodinamis mobil," demikian FIA.

    Mengutip Reuters, Autoblog pada Sabtu, 10 Oktober 2020, menyebutkan bahwa tim F1 Racing Point dari Kanada itu menimbulkan kontroversi ketika "Pink Mercedes" diluncurkan.

    Desain tersebut memicu protes Renault karena mobil itu menyalin (menjiplak) saluran rem Mercedes yang menang F1 pada 2019. Racing Point pun didenda 400.000 euro ( 473.040 dolar AS)dan dikurangi 15 poin. 

    Racing Point tetap diizinkan terus berkompetisi tanpa harus mendesain ulang bagian yang menyinggung. Banding dari mereka yang menginginkan hukuman lebih berat untuk Racing Point dibatalkan setelah FIA mengeluarkan klarifikasi.

    "Kolaborasi antara FIA, Formula Satu dan tim telah menghasilkan serangkaian aksi ... yang memperjelas tanggung jawab masing-masing peserta kejuaraan dalam mendesain komponen satu tempat duduk," kata Ferrari pada saat itu.

    WMSC juga memberikan persetujuan akhir untuk Perjanjian Concorde baru yang mengatur balap F1 hingga 5 tahun ke depan. Kesepuluh tim yang berlaga di F1 menyetujui keputusan pemegang hak komersial Liberty Media tersebut.


    AUTOBLOG | REUTERS

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Kasus Rangga, Bocah Yang Cegah Ibu Diperkosa

    Pada Kamis, 15 Oktober 2020, tagar #selamatjalanrangga trending di Facebook dan Twitter.