Mercedes-Benz Rayakan 50 Tahun Produksi dan Perakitan di Indonesia

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana perayaan 50th di area pabrik Mercedes-Benz di Wanaherang, Bogor. (Mercedes-Benz Indonesia)

    Suasana perayaan 50th di area pabrik Mercedes-Benz di Wanaherang, Bogor. (Mercedes-Benz Indonesia)

    TEMPO.CO, JakartaMercedes-Benz tahun ini genap berusia 50 tahun di Indonesia. Produsen asal Jerman ini merayakan tahun keemasannya ini bersama seluruh karyawan di daerah pabrik Wanaherang sebagai bagian penting dari perjalanan Mercedes-Benz di Indonesia.

    Perwakilan manajemen dari PT Mercedes-Benz Indonesia beserta karyawan yang bekerja di kantor dan dari rumah berpartisipasi dalam kegiatan perayaan ini. Dalam acara ini, perusahaan juga menampilkan serangkaian kendaraan yang dirakit secara lokal di pabrik Mercedes-Benz di Wanaherang, antara laim GLE 450 4MATIC serta GLS 450 4MATIC. Kedua model ini mewakili segmen SUV kelas atas.

    Presiden Direktur PT Mercedes-Benz Indonesia Patrick Schwind mengatakan bahwa selama 50 tahun, Mercedes-Benz telah memproduksi serangkaian produk kendaraan luxury di Indonesia, untuk Indonesia.

    “Kami telah menunjukkan dan membuktikan bahwa kami mampu untuk merakit dan memproduksi kendaraan luxury berkualitas tinggi di Indonesia, serta memberikan kesenangan kepada pelanggan kami dengan kendaraan mobil penumpang yang dirakit secara khusus oleh kami,” kata Schwind dalam keterangan resmi, Selasa, 10 November 2020. 

    Patrick Schwind, selaku Presiden Direktur PT Mercedes-Benz Indonesia, Ester Tjiungwanara, selaku Human Resources Director, PT Mercedes-Benz Indonesia dan Michael Koehler, selaku Finance Director, PT Mercedes-Benz Indonesia di area pabrik Mercedes-Benz di Wanaherang, Bogor. 10 November 2020. (Mercedes-Benz Indonesia)

    Perjalanan sejarah Mercedes-Benz di Indonesia bermula di tahun 1970. PT German Motors Manufacturing didirikan sebagai fasilitas manufaktur dan perakitan baru untuk produk Daimler-Benz yang berlokasi di Tanjung Priok.

    Peresmian PT German Motor Manufacturing secara resmi menandai dimulainya era baru Mercedes-Benz di Indonesia. Pada tahun 1973, PT German Motor Manufacturing memulai memproduksi mobil penumpang Mercedes-Benz 200, 240 D dan 280 dari seri W 115.

    Selama lima dekade ini, Mercedes-Benz telah memproduksi serangkaian produk-produk unggulan yang telah menjadi primadona di pasar mobil luxury di Indonesia seperti dimulai dari segmen sedan seperti W 123 Series dan S-Class (W 126 Series), hingga G-Class (W 463) beserta model SUV seperti ML-Class (W 166 Seires) dan GL-Class (X 166). Saat ini, PT Mercedes-Benz Indonesia memproduksi serangkaian produk-produk unggulan di Indonesia; antara lain C-Class, E-Class, S-Class, GLC, GLE, serta new GLS.

    Lokasi pabrik perakitan saat ini didirikan pada tahun 1978 di area seluas 42 hektar di daerah Wanaherang, Bogor, Jawa Barat. Pada tahun 2009, pabrik Mercedes-Benz Indonesia dinyatakan sebagai produsen otomotif dengan sertifikasi Eco-industri dari TÜV Rheinland, untuk memastikan tujuan dan prinsip terkait lingkungan saat proses produksinya.

    “Semua hasil pencapaian yang luar biasa selama ini tak lepas dari kerja sama perusahaan sebagai tim solid dan saya menantikan masa depan yang sukses untuk pabrik perakitan kami di Wanaherang,” kata Patrick.

    Berikut ini rangkaian perjalanan produk-produk Mercedes-Benz yang telah diproduksi di Indonesia antara lain: 

    •         Mercedes-Benz W 120 Series (1956)
    •         Mercedes-Benz W 114/115 Series (1973)
    •         Mercedes-Benz W 123 Series (1977)
    •         Berdirinya Pabrik Wanaherang (1978)
    •         Mercedes-Benz S-Class W 126 Series (1979)
    •         Official opening of PT German Motor Manufacturing in Wanaherang (1982)
    •         Mercedes-Benz G-Class W 463 Series (1984)
    •         Mercedes-Benz E-Class W 124 Series (1986)
    •         Mercedes-Benz C-Class W 202 Series (1994)
    •         Mercedes-Benz E-Class W 210 (1996)
    •         Sertifikasi pertama ISO 9001 di industri otomotif di Indonesia oleh TÜV Rheinland (1996)
    •         Mercedes-Benz C-Class W 204 (2007)
    •         Mercedes-Benz S-Class V 221 (2008)
    •         Mercedes-Benz ML-Class W166 (2012)
    •         Mercedes-Benz S-Class V 222 (2014)
    •         Mercedes-Benz GLC X 253 (2015)



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.