Penjualan Mobil Bekas Naik Setelah Usulan Pajak Mobil 0 Persen Ditolak

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas penjualan mobil di Bursa Mobil WTC Mangga Dua, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2020. Tempo/Tony Hartawan

    Aktivitas penjualan mobil di Bursa Mobil WTC Mangga Dua, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2020. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Usulan penghapusan pajak mobil baru beberapa waktu menghantam penjualan mobil bekas. Konsumen wait and see menunggu kepastian pajak mobil baru 0 persen.

    Presiden Direktur Mobil88, Halomoan Fischer, mengatakan dengan ditolaknya usulan pajak mobil baru 0 persen oleh Kemenkeu, penjualan mobil bekas kembali pulih.

    "Penjualan mobil bekas tidak berkembang pada saat itu. Kalau memang terjadi (pajak 0 persen) orang pasti lebih memilih mobil baru daripada mobil bekas," kata Halomoan Fischer dalam Ngobrol Virtual bersama FORWOT Rabu, 18 November 2020.

    Murut dia, ketika usulan tadi ditolak kenaikan penjualan mobil bekas sangat terasa sejak pertengahan Oktober 2020. Kenaikan penjualan secara detil masih menunggu data valid.

    Halomoan menerangkan bahwa media digital memberikan pengaruh besar terhadap penjualan kendaraan dan mobil bekas.

    Berdasarkan survei mobil88, 80 persen pembeli mobil bekas mencari via internet. Mereka browsing di googling lalu melihat fisik mobil sebelum bertransaksi. Sedangkan transaksi dilakukan secara offline.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Barang Edhy Prabowo yang Disita dan Mereka yang Terseret OTT

    Sejumlah barang disita dalam operasi tangkap tangan KPK terhadap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Total nilainya mencapai miliaran rupiah.