Suzuki Ultah ke-50 di Indonesia: Pemerintah RI dan Jepang Bicara

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Suzuki. wikipedia.org

    Logo Suzuki. wikipedia.org

    TEMPO.CO, Jakarta- Tahun ini, Suzuki genap 50 tahun berkiprah di Indonesia. Perayaan ulang tahun atau ultah emas itu dirayakan secara virtual melalui Youtube, diikuti lebih dari 5.000 karyawan Suzuki dan dealer.

    President Director PT SIM/SIS Seiji Itayama menjelaskan perayaan tahun ini sangat istimewa dan berarti bagi keluarga besar Suzuki Indonesia.

    “Kini Suzuki menjadi salah satu merk otomotif terbaik di Indonesia,” ujar Itayama dalam keterangan tertulis ultah k-50 pada hari ini, Senin, 7 Desember 2020.

    Suzuki memulai bisnis di Indonesia sejak 1970. Hingga 2019, merek asal Jepang itu telah memproduksi lebih dari 11 juta unit sepeda motor dan 2,5 juta mobil. Penyerapan komponen lokal rata-rata di atas 80 persen yang dipasok lebih dari 400 perusahaan komponen dalam negeri.

    Suzuki Indonesia juga telah mengekspor ke 85 negara dengan total volume lebih dari 1,3 juta unit. Lebih dari 5.000 lapangan kerja tercipta dari bisnis Suzuki. 

    Perayaan ultah emas Suzuki juga dihadiri Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat transportasi, dan Elektronika (Ilmate) Taufik Bawazier dan Duta Besar Jepang untuk RI Masafumi Ishii.  

    Melalui video konferensi, Taufik berharap Suzuki Indonesia meningkatkan volume produksi untuk pasar domestik dan ekspor lebih dari 45 persen.

    “Dan menjadikan Suzuki Indonesia sebagai mother plan, tidak hanya untuk kendaraan MPV tapi juga niaga," ucapnya. 

    Masafumi Ishii meminta Suzuki meningkatkan kontribusi untuk ekonomi Indonesia melalui investasi, produksi, dan ekspor.

    “Kami berharap bisnis Suzuki di Indonesia dapat terus berkembang dan hubungan persahabatan antara Jepang dan Indonesia lebih erat,” ujar Ishii, yang juga perwakilan Jakarta Japan Club.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.