Offroad Mobil Listrik Extreme E, Jenson Button Pastikan Turun Berlaga

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Formula One McLaren, Jenson Button berjalan bersama kekasihnya, Jessica Michibata saat hadir di sirkuit Suzuka di Jepang, 2 Oktober 2014. (Clive Mason/Getty Images)

    Pembalap Formula One McLaren, Jenson Button berjalan bersama kekasihnya, Jessica Michibata saat hadir di sirkuit Suzuka di Jepang, 2 Oktober 2014. (Clive Mason/Getty Images)

    TEMPO.CO, JakartaJuara Dunia Formula 1 Jenson Button akan turun membalap untuk timnya pada ajang balap mobil listrik offroad Extreme E di Arab Saudi tahun ini.

    "Saya senang mengumumkan bahwa saya akan bergabung dengan Extreme E untuk musim perdana mereka dengan tim saya jbxracing. Tidak sabar lagi untuk menjajal mobil Extreme E," cuit Jenson Button, yang menjuarai F1 pada 2009 bersama tim Brawn GP, di akun Twitter pada Senin, 25 Januari 2021.

    Ajang tersebut juga akan diramaikan oleh tim-tim milik Juara Dunia Formula 1 lainnya, yaitu Lewis Hamilton dan Nico Rosberg.

    Baca juga: Peugeot e-208 Menang Balap Mobil Listrik Tahunan Lithuania 

    Setiap tim harus memiliki satu pebalap pria dan wanita. Offroad Extreme E akan menyambangi sejumlah lokasi paling terpencil dan terganas di berbagai belahan dunia. Misinya, meningkatkan kesadaran terhadap perubahan iklim.

    Offroad mobil listrik Extreme E digagas oleh Alejandro Agag, yang juga pendiri balap mobil listrik Formula E. Extreme E digelar perdana di Arab Saudi pada 3-4 April 2021, mundur dari jadwal semula 20-21 Maret 2021.

    Bekas kapal pos Royal Mail Inggris akan digunakan untuk memindahkan mobil para peserta Extreme E dan logistik ke lokasi balapan.

    Menurut Reuters, seri pembuka offroad mobil listrik Extreme E 2021 juga akan menyinggahi Senegal, Greenland, hutan hujan tropis Brasil, hingga gletser di Tierra del Fuego, Argentina.

    Jenson Button akan tampil untuk timnya, JBX Racing, dalam balap mobil listrik perdana Extreme E 2021 ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.