Nissan Berkomitmen Genjot Mobil Listrik di ASEAN

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • All New Nissan Note e-POWER meluncur di Jepang, 24 November 2020. (Nissan)

    All New Nissan Note e-POWER meluncur di Jepang, 24 November 2020. (Nissan)

    TEMPO.CO, JakartaProdusen otomotif Nissan mengungkapkan komitmen membuat mobil listrik yang lebih mudah diakses di kawasan ASEAN dalam waktu dekat.

    "Ini memerlukan (kolaborasi) semua pihak. Adopsi kendaraan listrik sudah dimotori pemerintah di beberapa negara, seperti pembatasan kendaraan berbahan bakar bensin atau solar," kata Regional Vice President Nissan ASEAN Isao Sekiguchi dalam forum Nissan Futures yang digelar daring hari ini, Kamis, 4 Februari 2021.

    Fokus Nissan Futures tersebut bertema "Electrifying 250 million cars. An impossible dream?" Sekiguchi pun memaparkan pendapatnya mengenai elektrifikasi 250 juta mobil di ASEAN.

    Menurut dia, produksi mobil listrik hanya bisa tercapai dengan kerja sama solid antara swasta, pabrikan, dan pemerintah.

    Baca jugaIni Bedanya Teknologi e-Power pada Nissan Kicks dengan Hybrid

    Sekiguchi berpendapat Nissan terdorong oleh fakta bahwa konsumen di ASEAN melihat mobil listrik atau kendaraan listrik sebagai sarana transportasi yang bisa mendukung mereka agar lebih ramah lingkungan.

    "Sebagai pelopor dalam mobilitas listrik, Nissan memenuhi komitmennya untuk membuat mobilitas berlistrik lebih dapat diakses oleh lebih banyak orang," kata Sekiguchi, yang pernah mejabat President Director PT Nissan Motor Indonesia (NMI).

    Nissan telah memperkenalkan mobil listrik ke Singapura, Malaysia, Thailand, Indonesia, serta Hong Kong. Thailand adalah negara pertama di luar Jepang yang memproduksi mobil listrik Nissan e-POWER, teknologi unik Nissan tanpa perlu mengisi daya.

    Mobil listrik Nissan Note e-POWER rencananya juga diboyong ke Singapura dan Hong Kong dalam beberapa bulan mendatang.

    Rabu pekan lalu Nissan mengumumkan bahwa semua mobil baru yang dijual di pasar utama adalah mobil listrik pada 2030, untuk mempercepat target emisi netral karbon pada 2050

    Pasar utama Nissan tersebut adalah Jepang, Cina, Amerika Serikat, dan beberapa negara di Eropa.

    Nissan pun menggenjot teknologi baterai, termasuk baterai berjenis solid-state, serta terus mengembangkan teknologi e-Power untuk mobil hybrid.

    |"Kami bertekad membantu menciptakan masyarakat yang netral karbon dan mempercepat upaya global melawan perubahan iklim," kata Chief Executive Officer Nissan Makoto Uchida.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.