Penjualan Mobil Truk FAW Jiefang Cina Melonjak 27 Persen di Januari 2021

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tiga model berpose di luar truk  Faw produksi china yang dipamerkan di Indonesia International Motor Show (IIMS) di Ji Expo Kemayoran, Jakarta, (23/09). TEMPO/Dasril Roszandi

    Tiga model berpose di luar truk Faw produksi china yang dipamerkan di Indonesia International Motor Show (IIMS) di Ji Expo Kemayoran, Jakarta, (23/09). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Penjualan mobil FAW Jiefang, Cina, melonjak 27,87 pada Januari 2021 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Produsen truk tersebut berhasil menjual 79.100 unit.

    FAW Jiefang adalah anak perusahaan pabrikan mobil terkemuka Cina, FAW Group.

    Strategi pemasaran penjualan mobil atau penjualan truk FAW Jiefang menggunakan media digital selama epidemi Covid-19.

    Perusahaan memproduksi video streaming langsung dan video pendek sebagai alat pemasaran. Truk-truk baru pun dilahap pasar.

    ADVERTISEMENT

    BacaPenjualan Mobil di Cina 2020 Tembus 25,31 Juta Uni

    Khusus truk heavy-duty, FWW Jiefang bisa melego 70.200 unit pada Januari 2021, naik 33,68 dibandingkan Januari 2020.

    Didirikan pada tahun 1953, perusahaan milik negara FAW Group berkantor pusat di provinsi timur laut Jilin, yang dikenal sebagai tempat lahir industri otomotif Cina.

    Industri mobil di Cina secara total melesat setelah lockdown Covid-19 dibuka pada Mei 2020. Penjualan mobil pun tembus 1 juta unit.

    Penjualan mobil di Cina sepanjang 2020 mencapai 25,31 juta unit. Kantor Berita Xinhua mengutip data asosiasi industri pada Rabu, 13 Januari 2021, menyebutkan agka tersebut hanya turun 1,9 persen dibanding tahun sebelumnya.

    Penurunan penjualan mobil tersebut menyempit 6,3 poin persentase dari penurunan yang terlihat pada 2019, menurut Asosiasi Produsen Mobil Cina.

    XINHUA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.