General Motors Pertimbangkan Bangun Pabrik Baterai Kedua di AS

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • General Motors Logo (Dok. GM)

    General Motors Logo (Dok. GM)

    TEMPO.CO, Jakarta - General Motors (GM) sedang mempertimbangkan untuk membangun pabrik baterai kedua di Tennessee, Amerika Serikat. GM akan menggandeng produsen baterai asal Korea Selatan, LG Chem, sebagai mitra. Keduanya masih dalam pembicaran mengenai rencana tersebut.

    “Sedang menjajaki kemungkinan membangun pabrik kedua. Pabrik sel baterai canggih di Amerika dengan unit baterai LG Energy Solution, melalui usaha patungan Ultium Cells LLC,” kata pihak GM, seperti dikutip Reuters, Kamis, 4 Maret 2021.

    Selain itu, GM dan LG Chem juga sedang dalam pembicaraan lanjutan dengan pejabat Tennessee untuk membangun pabrik. Dan diharapkan berlokasi di dekat pabrik perakitan Spring Hill milik GM, kata dua orang yang menjelaskan tentang masalah tersebut.

    “Ini akan serupa dalam lingkupnya dengan pabrik baterai patungan senilai US$ 2,3 miliar (setara Rp 32,9 triliun, kurs US$ 1 = Rp 14.325) di Lordstown, Ohio, yang sedang dibangun,” kata sumber itu. 

    Baca juga: General Motors Kembangkan Baterai Mobil Listrik Jarak Jauh

    GM mengatakan pada Oktober akan menginvestasikan US$ 2 miliar di Spring Hill untuk membangun kendaraan listrik, termasuk Cadillac Lyriq. 

    Produsen mobil Detroit itu mengatakan tahun lalu menginvestasikan US$ 27 miliar (Rp 386,7 triliun) untuk kendaraan listrik dan otonom selama lima tahun ke depan. Angka tersebut naik dari US$ 20 miliar yang direncanakan sebelum pandemi Covid-19. 

    Satu sumber mengatakan GM akan membutuhkan pabrik baterai tambahan—di luar yang ditetapkan untuk Tennessee—untuk memenuhi target kendaraan listrik yang agresif hingga akhir dekade ini. Perusahaan juga pada Januari menjelaskan akan menghentikan penjualan semua kendaraan bertenaga bensin dan diesel ringan pada 2035. 

    Baca: Presiden Baru General Motors Ingin Fokus Kembangkan Mobil Listrik

    Pengumuman mengenbai pabrik baterai baru itu muncul setelah Departemen Transportasi AS berencana menganalisis dampak dari keputusan perdagangan baterai kendaraan listrik terhadap SK Innovation. Tujuan untuk transportasi hijau Presiden Joe Biden dalam pertarungan perdagangan yang sedang berlangsung dengan LG Chem. 

    Unit baterai LG Chem, LG Energy Solution, menerangkan, pihaknya sedang dalam pembicaraan untuk melakukan investasi lebih lanjut dengan GM, tapi tidak mengungkapkan secara spesifik. 

    "LG Energy Solution juga merencanakan perluasan kapasitas tambahan untuk OEM global lainnya (pabrikan peralatan asli) yang berlokasi di AS," tuturnya.

    Pabrik patungan sel baterai kendaraan General Motors dan LG Chem di Ohio diklaim akan menjadi salah satu fasilitas baterai terbesar di dunia. Sementara, pabrik yang dibangun di dekat pabrik perakitan tertutup GM di Lordstown, akan mempercepat rencana pembuat mobil untuk memperkenalkan 30 kendaraan listrik baru secara global pada 2025. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto