Cargloss Ungkap Lima Tahap Pengujian Helm Berstandar SNI

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Etalase Cargloss Helmet. (Cargloss)

    Etalase Cargloss Helmet. (Cargloss)

    TEMPO.CO, JakartaHelm merupakan salah satu perangkat vital dalam berkendara. Fungsinya untuk melindungi kepala dari segala kemungkinan terburuk seperti terjadi kecelakaan. Nah, karena fungsinya yang vital tersebut, kualitas helm perlu dikedepankan.

    General Manager Cargloss Helmet, Endin Nasrudin, mengatakan bahwa kualitas pada sebuah helm tidak bisa ditawar untuk melindungi kepala. Namun demikian, ia mengaku prihatin dengan maraknya helm tiruan di pasaran yang mengabaikan faktor keselamatan.

    "Kualitas sebuah helm dibuat sesuai dengan regulasi yang berlaku, dan hal ini dipastikan tidak akan disalahgunakan demi keuntungan bisnis semata," kata Endin dalam diskusi virtual dengan media, Rabu, 7 April 2021. 

    Endin menjelaskan bahwa salah satu model yang banyak ditiru adalah Cargloss Helmet. "Memproduksi helm itu perlu pengujian yang sangat ketat, tidak bisa hanya asal bikin tapi kualitasnya jelek. Helm tiruan ini memiliki kualitas yang tidak bisa dipertanggungjawabkan," ujar dia. 

    Endin mengungkapkan langkah mudah untuk mengenali helm Cargloss tiruan adalah dengan melihat tulisan Cargloss yang ada pada helm. Di helm Cargloss tiruan, biasanya hanya ditempel dengan stiker yang mudah dilepas.

    Sedangkan pada helm Cargloss original, tulisan berupa cat yang tidak bisa dilepas. "Satu lagi, tulisan 'warning' atau peringatan penggunaan yang biasanya ada di bagian dalam juga berbeda atau malah tidak ada di helm tiruan," tutur dia. 

    Baca juga: Helm Cargloss Khusus Hijab Lebih Nyaman, Simak Kelebihannya

    Menurut Endin, helm seperti Cargloss dibuat dengan kualitas yang menjadi perhatian penting dan tentu sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) 1811:2007. Standar ini yang menetapkan spesifikasi teknis untuk helm pelindung yang digunakan oleh pengendara dan penumpang kendaraan bermotor roda dua, meliputi klasifikasi helm standar terbuka (open face) dan helm standar tertutup (full -face).

    Endin mengklaim Cargloss Helmet memiliki lab pengujian helm. Fasilitas uji Cargloss Helmet Quality Assurance ini sesuai dengan regulasi SNI 1811:2007, JIS 8133:2007 dan ECE:2002. "Alat pengujian helm didatangkan khusus dari Italia. Alat yang sama juga digunakan dalam pengujian produsen helm ternama di dunia," ujar dia. 

    Endin mengatakan bahwa terdapat lima alat uji untuk memastikan kualitas dari produk Cargloss Helmet sebelum dipasarkan dengan tingkat keselamatan sesuai dengan standar. Kelima langkah pengujian itu meliputi Tracking Point, G-Shock Test (Uji Penyerapan Kejut), Penetrasi Test, Chainstrap-Test (Uji Kekuatan Penahan), dan Roll Off (Uji Efektivitas Penahan). 

    "Tahapan pengujian itu harus bisa dilalui untuk memastikan bahwa helm telah memenuhi standar keselamatan yang ditetapkan," katanya. 

    Cargloss Helmet merupakan bagian dari bisnis Cargloss Group. Di bawah PT Mega Karya Mandiri, Cargloss Helmet sudah mulai memproduksi helm pada 2002.

    Selain tentunya memenuhi pasar aftermarket, Cargloss Helmet juga dipercaya untuk memproduksi helm oleh pabrikan-pabrikan sepeda motor besar (OEM) yang berbisnis di Indonesia. Di antarnya adalah Yamaha, Honda, Kawasaki, Suzuki hingga Piaggio.

    Helm ini tergabung dalam Cargloss Group, di bawah PT Putra Prima Glosia terdapat Prime Gear yang sejak 2017 menjadi distributor helm premium Arai Helmet. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.