Tiga Pekan Diperkenalkan, Pemesanan All New Honda BR-V Tembus 900 Unit

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • All New Honda BR-V. (Honda)

    All New Honda BR-V. (Honda)

    TEMPO.CO, Jakarta - All New Honda BR-V resmi diperkenalkan PT Honda Prospect Motor (HPM) pada 21 September 2021. Model ini dibangun dari model N7X Concept yang diperkenalkan beberapa waktu lalu. Model produksinya nyaris sama dengan model konsep. Honda mengklaim, konsumen mulai melakukan pemesanan All New BR-V.

    "Per kemarin (Rabu, 6 Oktober 2021), sudah 900 unit booking. Kami sangat menghargai minat konsumen, terlebih kami belum memberikan berapa harga untuk All New BR-V ini," kata Business Innovation and Sales & Marketing Director PT HPM, Yusak Billy dalam konferensi pers peluncuran Brio Virtual Drift Challenge 2, Kamis, 7 Oktober 2021.

    Billy mengungkapkan bahwa lebih dari 50 persen jumlah konsumen yang melakukan pemesanan tersebut memilih All New BR-V dengan teknologi Honda Sensing.

    Soal harga All New BR-V sendiri, Billy mengatakan akan segera mengungkapkannya secepat mungkin di tahun ini. Hanya saja ia belum mengetahui tanggal pasti untuk pengumuman harga dari seluruh model Honda BR-V terbaru ini. Saat diperkenalkan, All New BR-V ditawarkan dengan harga mulai Rp 260 jutaan. 

    Honda menargetkan penjualan BR-V generasi kedua ini sebanyak 40.000 unit di tahun 2022. Selain itu, SUV ini juga akan dieskpor ke lebih dari 30 negara di dunia, dengan target ekspor sebanyak 11.000 unit di tahun pertama dan akan terus menyesuaikan dengan permintaan dari masing-masing negara.

    All New Honda BR-V merupakan model yang mengisi segmen Low SUV. Bersaing dengan Toyota Rush, Daihatsu Terios, Suzuki XL7, hingga Mitsubishi Xpander Cross. 

    Baca juga: All New Honda BR-V Resmi Diluncurkan, Harga Mulai Rp 260 Jutaan

    Kupas tuntas All New Honda BR-V:


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Syarat Perjalanan dalam 4 Aturan Baru Mobilitas Masyarakat dari Kemenhub

    Kemenhub menerbitkan 4 Surat Edaran tentang perjalanan orang dalam negeri. Aturan yang mulai berlaku 21 Oktober 2021 menjelaskan berbagai syarat.