Alasan Mobil LCGC 7 Penumpang Semakin Diminati Konsumen

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang Sales promotion girls (SPG) berjaga di depan mobil produk Toyota Calya Pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016 di Indonesia Convention Exhibtion (ICE) BSD City, Tangerang Selatan, 11 Agustus 2016. Tempo/ Aditia Noviansyah

    Seorang Sales promotion girls (SPG) berjaga di depan mobil produk Toyota Calya Pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016 di Indonesia Convention Exhibtion (ICE) BSD City, Tangerang Selatan, 11 Agustus 2016. Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Sepanjang Januari hingga Oktober 2017, mobil low cost green car (LCGC) mampu menyumbang penjualan mobil yang signifikan.

    Toyota Calya memimpin dengan total penjualan sebanyak 62.545 unit. Disusul Daihatsu Sigra (36.722 unit), Honda Brio Satya (34.754 unit), Toyota Agya (26.153 unit), Daihatsu Ayla (25.946 unit), dan Datsun Go (8.697 unit). Sepanjang Oktober 2017, Toyota Calya terjual 5.212 unit, Daihatsu Sigra (4.551 unit), Honda Brio Satya (4.486 unit), Daihatsu Ayla (2.003 unit), Toyota Agya (1.711 unit), dan Datsun Go (874 unit).

    Baca: Penjualan LCGC: Toyota Agya Jeblok, Honda Brio Satya Pimpin Pasar

    Executive General Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) Fransiscus Soerjopranoto mengatakan mobil berjenis multi-purpose vehicle (MPV) memang lebih diminati. Klaim TAM ini tentu didasari kontribusi penjualan yang baik di segmen LCGC.

    Bukan hanya Toyota, melainkan juga brand-brand lain, seperti Honda, Daihatsu, dan Datsun. “MPV masih akan menjadi tulang punggung penjualan di tahun 2018, termasuk entry MPV yang diisi LCGC berkapasitas tujuh penumpang,” kata Soerjo kepada Tempo, Jumat, 17 Oktober 2017.

    Simak: Toyota Rush Terbaru Segera Meluncur, Ini Data Penjualannya

    Soerjo mengungkapkan, salah satu alasan masyarakat Indonesia memilih LCGC tujuh penumpang adalah karakter mobil tersebut yang mampu mengakomodasi penumpang lebih banyak dibanding hatchback. Mobil itu juga memiliki kemampuan angkut (bagasi) yang lebih banyak. “Faktor ini yang menjadi pendorong konsumen di Indonesia memilih LCGC tujuh penumpang, selain harganya yang terjangkau,” ujarnya.

    Mengenai resale value atau layanan purnajual LCGC yang dipandang tak sebagus produk Toyota lainnya, Soerjo berpendapat resale value yang baik terkait dengan sejumlah faktor. Misalnya perawatan dan pemakaian. “Mobil yang dirawat dengan baik tentu memiliki resale value yang lebih tinggi saat dijual.”

    Daftar penjualan mobil LCGC Januari - Oktober 2017:

    Toyota Calya

    62.545

    Toyota Sigra

    36.722

    Honda Brio Satya

    34.754

    Toyota Agya

    26.153

    Daihatsu Ayla

    25.946

    Datsun GO

    8.697

    Penjualan Mobil LCGC Oktober 2017:

    Toyota Calya

    5.212

    Daihatsu Sigra

    4.551

    Honda Brio Satya

    4.486

    Daihatsu Ayla

    2.003

    Toyota Agya

    1.711

    Datsun GO

    874


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.