30 Hyundai Starex Mover Tambah Armada Ambulans DKI Jakarta

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hyundai Ambulans. Sumber: bisnis.com

    Hyundai Ambulans. Sumber: bisnis.com

    TEMPO.CO, Jakarta - PT. Hyundai Mobil Indonesia, distributor tunggal kendaraan merek Hyundai di Indonesia, menyerahkan 30 unit kendaraan Hyundai Starex Mover Ambulans Gawat Darurat yang dipesan khusus oleh Unit Pelayanan Ambulans Gawat Darurat (AGD) Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

    Kendaraan khusus (special vehicle) tersebut telah diserahkan pada Senin, 27 November 2017.

    Baca: Pemerintah Minta Hyundai Produksi Sedan di Indonesia

    "Tentu saja kami bangga mendapatkan kepercayaan dari Dinas Kesehatan Pemprov DKI Jakarta untuk menyediakan Ambulans Gawat Darurat. Penambahan armada ini guna memenuhi kebutuhan warga DKI Jakarta“ ujar Sales Operation Director PT Hyundai Mobil Indonesia, Denny Siregar, Selasa 28 November 2017.

    Dia menjelaskan dengan penambahan ke-30 unit armada AGD tersebut, berarti saat ini AGD Dinas Kesehatan Pemprov DKI Jakarta telah mengoperasikan 50 unit Hyundai Ambulans.

    Unit Pelayanan Ambulans Gawat Darurat DKI Jakarta bertujuan menangani pasien gawat darurat pra rumah sakit, korban lalu lintas, korban bencana, korban kriminal, kebakaran dan kejadian-kejadian luar biasa lainnya.

    Unit ini mengusung visi “Pelayanan Ambulans Gawat Darurat Terbaik menuju Jakarta Sehat Tahun 2017”. Ambulans Gawat Darurat Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta ini gratis untuk warga DKI (ber-KTP/KK DKI Jakarta) dan untuk pelayanan di wilayah DKI Jakarta.

    Baca: Hyundai Siapkan Mobil Fuel Cell Baru di Amerika Serikat

    “Bagi warga DKI Jakarta yang membutuhkan pelayanan unit ambulans gawat darurat dapat menghubungi nomor telepon 112 atau 119,” ujar Kepala Unit Pelayanan Ambulans Gawat Darurat Dinkes Provinsi DKI Jakarta, Erizon Safari.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.