Daihatsu Selesaikan Rekondisi 110 Unit Mobil Konsumen

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemilik mobil memeriksa mMobil Daihatsu lama yang direkondisi seperti baru di Makassar, September 2017. Dok. Daihatsu.

    Pemilik mobil memeriksa mMobil Daihatsu lama yang direkondisi seperti baru di Makassar, September 2017. Dok. Daihatsu.

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Astra Daihatsu Motor (ADM) menyelesaikan janjinya merekondisi 110 unit mobil pelanggan setia dari seluruh Indonesia. Program bertajuk "Daihatsu Setia" ini diselenggarakan untuk merayakan 110 tahun merek Daihatsu secara global. Rekondisi meliputi bodi, mesin, sasis, motor penggerak, interior, eksterior, material, cat, hingga aksesoris yang diberikan secara gratis.

    Program ini merekondisi 110 unit kendaraan lama, yang terdiri atas 50 unit Xenia, 50 unit Terios, 5 unit Sirion, dan 5 unit Luxio. Mobil dipilih secara acak oleh perusahaan dari semua wilayah di Indonesia.

    Baca: Daihatsu Luncurkan Program Perbaikan Mobil Gratis

    Salah satu konsumen yang beruntung adalah Purnama Tamziel. Dia telah mengendarai Daihatsu Xenia hingga 333.529 kilometer. “Awalnya, saya beli Xenia karena multifungsi,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Senin, 18 Desember 2017. 

    Simak: Daihatsu Serahkan 6 Unit Mobil Rekondisi di Makassar

    Adapun konsumen yang beruntung berasal dari Jawa Tengah (8 unit), Jawa Barat (10 unit), Sumatera Barat (20 unit), Sulawesi Selatan (6 unit), Kalimantan Barat (8 unit), dan Surabaya (18 unit). Terakhir, ADM menyerahkan 42 unit mobil yang telah direkondisi untuk konsumen di Jakarta dan sekitarnya pada Minggu, 17 Desember 2017.

    “Dengan program ini, kami berharap Daihatsu menjadi sahabat di hati seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Amelia Tjandra, Direktur Marketing ADM.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.