Produksi Mercedes-Benz Ditingkatkan Menjadi 3 Juta Unit per Tahun

Reporter:
Editor:

Burhan Sholihin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Mercedes-Benz. REUTERS/Michaela Rehle

    Logo Mercedes-Benz. REUTERS/Michaela Rehle

    TEMPO.CO, Frankfurt - Grup otomotif Jerman, Daimler, yang menaungi merek Mercedes-Benz, akan menaikkan kapasitas produksi guna membidik kenaikan penjualan menjadi 3 juta unit kendaraan pada tahun ini.

    "Pabrik-pabrik dalam jaringan produksi global kami berjalan dengan tingkat utilisasi yang tinggi," ucap Markus Schaefer, salah satu petinggi yang bertanggung jawab atas pembuatan dan pengadaan Mercedes-Benz Cars, kepada Automobilwoche, seperti dilansir Reuters, Sabtu, 17 Maret 2018.

    Pada 2017, angka penjualan Mercedes Benz ke seluruh dunia mencapai 2,3 juta. Angka itu naik 9,9 persen dibandingkan angka sebelumnya. Pertumbuhan pasar terbesar mereka adalah Cina yang tumbuh hingga 25 persen. Pada 2017 pula untuk pertama kali Mercedes tipe AMG terjual lebih dari enam digit, yakni 130.000 unit

    Baca: Dua Model Mercedes-Benz Hybrid Segera Masuk Indonesia

    "Itu sebabnya kami memperluas kapasitas kami sesuai dengan permintaan pasar dan bergerak menuju 3 juta unit," kata Schaefer.

    Sejalan dengan penambahan produksi dan target penjualan, Mercedes-Benz akan menambah kendaraan baru sehingga ada sekitar 40 model yang dipasarkan secara global.

    Simak: Mercedes Maybach Limusin untuk Presiden Serasa Naik Pesawat

    Pada akhir dekade ini, akan ada tiga lokasi produksi baru yang mulai beroperasi. Ketiga lokasi tersebut, menurut Automobilwoche, adalah pabrik di Aguascalientes, Meksiko; Kecskemet, Hungaria, pada 2019; dan pabrik kedua di Beijing.

    “Total investasi dalam proyek itu mencapai 3 miliar euro (US$ 3,7 miliar),” kata Schaefer.

    Mercedes-Benz mengatakan kenaikan penjualan dan pendapatan pada 2018 akan diimbangi dengan pengeluaran untuk investasi mobil listrik dan swakemudi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.