Rabu, 17 Oktober 2018

Test Ride Honda PCX Hybrid: Torsinya Lebih Nonjok, Handling Nurut

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Test Ride Honda PCX Hybrid akselerasinya mengalami peningkatan. Dok AHM

    Test Ride Honda PCX Hybrid akselerasinya mengalami peningkatan. Dok AHM

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Astra Honda Motor memperkenalkan pertama kali konsep Honda PCX Hybrid di ajang Indonesia International Motor Show 2018 pada 19 April 2018. Honda PCX Hybrid adalah sepeda motor pertama buatan lokal dengan sistem Hybrid. Motor ini tetap menggunakan mesin konvensional dengan didukung motor assist dan baterai lithium berkekuatan 50,4 V- 4 Ah sebagai penggeraknya. "Honda PCX Hybrid memiliki tenaga yang lebih baik saat berakselerasi karena dibantu dengan motor assist. Hasil konsumsi PCX Hybrid sekitar 2-3 persen lebih irit dibandingkan PCX mesin bensin," kata Direktur Marketing AHM Thomas Wijaya, pada Juli lalu.

    Teknologi hibrida yang hadir pada All New Honda PCX Hybrid bekerja ketika tuas gas diputar. Tenaga motor assist yang didapatkan dari baterai lithium-ion ini mampu meningkatkan torsi sehingga membuat akselerasi lebih responsif dibandingkan PCX standar. Ada kenaikan tenaga selama 3 detik saat gas dibejek mendadak atau dipakai akselerasi. Ketika motor deselerasi, baterai akan terisi ulang atau terjadi pengecasan.

    Baca: Honda - Panasonic Siap Uji Baterai Motor Listrik di Indonesia

    Large Project Leader PCX Hybrid Honda Motors, Jumpei Omori mengatakan Honda PCX tetap mengadopsi konsep dasarnya sebagai motor personal confort saloon namun memberikan performa yang lebih tinggi. Motor ini mengadopsi sumber tambahan dari baterai lithium yang bisa terisi ulang dari sistem AGC. Motor listrik tambahan ini memberikan tenaga tambahan tenaga 1,4 kW pada 3.000 rpm dan torsi 4,3 Nm pada rpm yang sama. "Motor assist memberikan tambahan torsi hingga 20 persen. Sehingga model hybrid memberikan kesenangan performa responsif satu tingkat lebih tinggi dibandingkan mesin bensin," katanya.

    Berdasarkan pengujian internal Astra Honda Motor (AHM), Honda PCX Hybrid membutuhkan waktu 4,65 detik untuk berakselerasi 0 hingga 50 meter. Sedangkan Honda PCX 150 catatan waktunya 5,13 detik. Pengujian yang lain, yaitu jarak 0 hingga 200 meter, PCX Hybrid mampu mencatatkan waktu 11,7 detik. Sementara PCX 150 membutuhkan waktu lebih lama yaitu 12,3 detik. Performa mumpuni sesuai dengan spek Mesin Honda PCX Hybrid yang didukung motor assist mampu menyemburkan tenaga hingga 16,6 PS dan torsinya mencapai 17,5 Nm. Adapun tenaga PCX bensin hanya mencapai 14,7 PS pada 8.500 rpm dengan torsi 13,2Nm pada 6,500 rpm.

    Meski mesin memiliki performa yang lebih responsif namun AHM mengklaim PCX Hybrid lebih irit. Berdasarkan pengetasan EURO 3 dengan menggunakan metode ECE R40, teknologi hybrid pada PCX mampu menghemat lebih dari 2,2 persen dalam penggunaan bahan bakar.

    PCX Hybrid memiliki tiga mode berkendara yang pengoperasiannya disematkan pada stang sebelah kiri. Untuk mode dengan huruf D merupakan drive mode dimana pengendara dapat merasakan performa bertenaga namun hemat bahan bakar menjadi mode standar saat motor dinyalakan. Selain itu, mode berkendara dengan huruf S merupakan sport mode untuk pengendara yang ingin merasakan akselerasi lebih responsif dibanding mode D. Untuk mode idling, pengendara dapat menghentikan fungsi dari fitur Idling Stop System dengan performa tenaga sama seperti mode D.

    Baca: Regulasi Baru Belum Siap, Begini Aturan Pajak Motor Listrik

    Pertengahan bulan lalu, Tempo menjajal Honda PCX Hybrid ini untuk membuktikan performa yang lebih nonjok dibandingkan PCX bermesin bensin. Secara dimensi dan posisi berkendara tidak berbeda dengan saudara kembarnya PCX 150 bermesin bensin. Saat Tempo yang memiliki tinggi badan 160 sentimeter menaiki motor, kaki memang tidak menapak sempurna namun masih bisa mengendalikan motor dengan baik.
    Motor ini memberikan kenyamanan dengan posisi duduk yang santai dengan kaki yang bisa selonjoran. Apalagi PCX Hybrid yang memiliki setang tinggi menambah nyaman karena posisi tangan terasa lebih rileks. Untuk menghidupkan mesin PCX Hybrid cukup dengan menekan knop dan memutarnya karena sudah disematkan smartkey yang menambah kenyamanan maupun keamanan motor ini.

    Suara mesin Honda PCX Hybrid ini sama dengan Honda PCX 150 karena menggunakan mesin yang sama, masih tetap halus. Pada awal mengendarai motor ini mencoba mode D, saat dibejek dirasakan torsinya cukup besar. Akselerasinya cukup bagus dibandingkan Honda PCX bermesin bensin. Setelah selesai menjajal mode D, Tempo mencoba mode S yang diklaim memberikan torsi paling besar. Saat mencobanya, Tempo merasakan ada jambakan yang lebih kuat pada mode S. "Sangat nyaman ketika dipakai mendahului kendaraan lain," kata Thomas.

    Setelah berulang mencobanya, cara untuk mendapatkan torsi yang maksimal adanya dengan membuka throtle secara mendadak. Jika cara membuka gas dilakukan dengan mengurutnya tidak akan mendapatkan sensasi jambakan. Tambahan tenaga atau kinerja motor assist hanya terjadi saat putaran bawah hingga menengah. Pada indikator motor akan nampak bahwa torsi bisa maksimal jika berada pada posisi 5 bar yang petunjuknya berada diatas raihan kecepatan.

    Soal handling, Honda PCX Hybrid sangat enak dipakai untuk manuver dengan dukungan ban lebar. Hanya saja, suspensi masih terasa cukup keras mungkin desain yang sporti menjadi alasan AHM. Performa rem cukup bagus dengan dukungan Anti-lock Brake System atau ABS membuatkan sangat mudah menghentikan laju motor tanpa gejala slip. Pada PCX Hybrid hanya menyediakan versi ABS tidak ada versi Combi Brake System.

    Honda PCX Hybrid tetap mewah dengan lampu LED di semua sistem pencahayaan. Model ini juga dilengkapi dengan Enhanced Smart Power (eSP) teknologi minim gesekan dan efisiensi pendinginan mesin. Untuk menunjang kenyamanan, model ini telah dilengkapi DC socket untuk power charger yang disematkan di konsol box sisi depan.

    Baca: Honda PCX Hybrid 125cc Segera Dipasarkan di Jepang

    Dari sisi fitur fungsional, skutik premium ini memiliki kapasitas tanki BBM terbesar di kelasnya yaitu 8 liter dan fitur praktis berupa tombol pembuka tangki dan jok yang terintegrasi dengan kunci kontak. Model ini juga dilengkapi seat stopper yang menahan posisi jok agar tidak tertutup saat sedang menyimpan atau mengeluarkan barang. Hanya saja, PCX Hybrid memiliki kapasitas bagasi dibawah jok berkurang dengan keberadaan baterai lithium. Kapasitas bagasi menyusut dari semula 25 liter pada PCX bensin, menjadi 23,3 liter. Meski demikian, bagasi PCX Hybrid masih bisa menampung helm fullface.

    AHM memulai memasarkan Honda PCX Hybrid yang diproduksi di pabrik Sunter, Jakarta Utara ini mulai pertengahan Juli 2018. Harga PCX Hybrid dipatok Rp 40,3 juta on the road wilayah DKI Jakarta atau lebih mahal hampir Rp 10 juta dari harga PCX 150. Thomas mengatakan, pihaknya memproduksi PCX Hybrid sebanyak 2.000 unit dalam satu tahun. “Tetapi kami siap meningkatkan kapasitas kalau permintaan semakin bertambah,” kata Thomas.

    Hingga Juli lalu, Honda PCX Hybrid sudah dipesan sebanyak 100 unit. “Target, kami ingin memberikan pilihan teknologi yang tinggi sehingga untuk target masih melihat kondisi,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Suap Izin Meikarta

    KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka dugaan kasus suap izin proyek pembangunan Meikarta. Ini sekilas fakta kasus itu.