Daihatsu Perkirakan Penjualan Mobil Tahun Ini 1,3 Juta Unit

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Daihatsu Xenia di GIIAS 2018. 7 Agustus 2018. TEMPO/Muhammad Kurnianto

    Daihatsu Xenia di GIIAS 2018. 7 Agustus 2018. TEMPO/Muhammad Kurnianto

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Astra Daihatsu Motor memprediksi pasar kendaraan pada 2019 masih berada di atas angka 1 juta unit dengan asumsi pertumbuhan ekonomi pada level 5 persen. Pada tahun ini, wholesales diprediksi menyentuh angka 1,38 juta unit hingga 1,5 juta unit.

    Corporate Planning & Communication Division Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Rudi Ardiman mengatakan, secara historis jika berkaca dari pencapaian 3 atau 4 tahun ke belakang ketika gross domestic product (GDP) pada level 5 persen maka penjualan kendaraan berada di atas 1 juta unit.

    Baca: Suku Bunga Naik, Daihatsu Optimistis Penjualan Mobil Masih Aman

    "Kalau GDP bisa di atas 5 persen biasanya di atas 1 juta unit. Kondisi ekonomi mendukung, industri juga baik, bisa 5 persen mudah-mudahan bisa maintenance di angka segitu," ujarnya di Jakarta, Rabu, 21 November 2018.

    Rudy menuturkan, penjualan Daihatsu pada 10 bulan pertama 2018 sebanyak 168.539 unit. Dari jumlah itu, Sigra, low cost green car (LCGC) 7 seater berkontribusi sebesar 25 persen terhadap total penjualan Daihatsu.

    Baca: Fitur Ini Disebut Akan Dipertahankan di Daihatsu Xenia Terbaru

    Penjualan Daihatsu lainnya berasal dari segmen pikup dan minibus sebesar 29 persen, Senia dan Terios masing-masing sebesar 15 persen dan Ayla sebesar 13 persen. "Jadi jika ditotal Sigra dan Ayla atau segmen LCGC berkontribusi besar," paparnya.

    Dengan pencapaian wholesales sebanyak 168.539 unit, Daihatsu membututi Toyota sebagai merek yang paling laris di Tanah Air. Hingga Oktober, Daihatsu meraih pangsa pasar 17,5 persen atau tetap jika dibandingkan dengan pencapaian tahun periode yang sama tahun lalu.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarif Baru Ojek Online di Tiap Zonasi yang Berlaku 18 Juni 2019

    Kementerian Perhubungan telah menetapkan tarif baru ojek online berdasarkan pembagian zona. Kemehub mengefektifkan regulasi itu pada 18 Juni 2019.