Februari 2019 Penjualan Motor 1,1 Juta Unit, Tumbuh 19,4 Persen

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perakitan sepeda motor Honda di Indonesia, Februari 2019. (Dok AHM)

    Perakitan sepeda motor Honda di Indonesia, Februari 2019. (Dok AHM)

    TEMPO.CO, JakartaPenjualan motor di industri otomotif Indonesia terus mengalami tren positif. Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) sepanjang 2019, tercatat 1.100.950 unit motor terjual di Indonesia.

    Dengan pencapaian tersebut, artinya pasar domestik roda dua Indonesia tumbuh sekitar 19,4 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Pada 2018 dalam periode yang sama penjualan domestik roda dua hanya mencapai angka 922.123 unit.

    Baca: Penjualan Sepeda Motor Januari 2019 Tumbuh 17,9 Persen

    Pencapaian tersebut merupakan hasil gabungan penjualan produsen motor yang masuk dalam anggota AISI, yakni Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki,dan TVS.

    Honda menjadi produsen yang paling tinggi kontribusinya dengan menjual 848.893 unit produknya sepanjang Februari 2019. Sedangkan Yamaha berada diposisi kedua dengan perolehan angka sebanyak 212.597 unit.

    Sedangkan Posisi ketiga diduduki oleh Kawasaki dengan menjual 21.608 unit produknya. Lalu ada Suzuki yang mencapai angka penjualan 17.660 unit, lalu TVS 192 unit.

    Baca: Sepeda Motor Rakitan Lokal Disukai Asing, Yamaha Laris Manis

    Jika dihitung secara persentase, dari total pertumbuhan pasar domestik 19,4 persen, penjualan Honda tumbuh 19,4 persen dari periode yang sama tahun lalu, Yamaha tumbuh 2,0 persen, Suzuki 67,4 persen, Kawasaki 20,3 persen, dan TVS tumbuh 140,0 persen.

    Sekadar informasi, penjualan motor pada Februari 2019 juga meningkat jauh jika dibandingkan dengan penjualan pada Januari 2019 yang totalnya hanya mencapai 569.126.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.