Mejeng di Busworld, Ini Kisah Bus Legendaris Terlangka di Dunia

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bus tua dengan bodi kayu jenis Mitsubshi Colt Diesel 100 PS buatan 1987 ini tampil di ajang Busworld 2019. TEMPO/Wira Utama

    Bus tua dengan bodi kayu jenis Mitsubshi Colt Diesel 100 PS buatan 1987 ini tampil di ajang Busworld 2019. TEMPO/Wira Utama

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu bus legendaris yang mejeng di Busworld South East Asia di JIExpo 20-22 Maret 2019 memiliki kisah yang sarat dengan ingatan kolektif masyarakat Bangka Belitung. Dulunya kendaraan dengan mayoritas berbahan kayu itu merupakan transportasi publik yang menghubungkan Pangkal Pinang dan Sungai Liat pada era 50-an hingga 90-an. Kini bus unik itu hanya tersisa 2 unit.

    Masyarakat di wilayah Bangka Belitung atau lebih tepatnya wilayah Sungai Liat dan Pangkal Pinang lebih mengenal bus kayu itu dengan sebutan Oto Pownis. Pownis sendiri merupakan akronim dari Persatuan Oto Warga Negara Indonesia Sungai Liat.

    Baca: Legenda Transportasi Indonesia Dipamerkan di JIExpo Kemayoran

    "Dulunya (bus ini) dimiliki orang-orang Cina. Dalam sejarahnya mereka ingin mendapatkan pengakuan bahwa mereka ini warga negara Indonesia. Jadi dibikinlah semacam perkumpulan kendaraan mobil Pownis itu," kata Kepala Museum Timah Indonesia, Muhammad Taufik, kepada Tempo, Rabu, 20 Maret 2019.

    Taufik juga membenarkan jika Bus Oto Pownis memang sarat dengan ingatan kolektif masyarakat Bangka Belitung. Sebab dulunya mereka sering menggunakan bus ini untuk beraktivitas sehari-hari.

    "Masyarakat kelahiran di bawah tahun 90an pasti pernah menimati kendaraan ini. Terutama untuk pergi ke sekolah dan pergi ke pasar," ujarnya

    Baca: Miniatur di Pameran Busworld 2019 Dibanderol Rp 400 Ribu

    Sayangnya bus ini sudah tidak lagi beroperasi seperti yang dijelaskan Taufik sebelumnya. Namun sejak 2016, Dinas Pariwisata Kota Pangkal Pinang menggunakan bus itu sebagai kendaraan City Tour. Jadi orang-orang masih bisa merasakan sensasi berkendara menggunakan Oto Pownis.

    "Kami kerja sama dengan dinas pariwisata Kota Pangkal Pinang. Dimana mereka yang menentukan titik pariwisata. Lama perjalanan (City Tour) kurang lebih 60 menit yang menempuh jarak sekitar 8 kilometer. Biaya perjalanan gratis," katanya.

    WIRA UTAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.