Masalah Airbag, Mercedes-Benz dan Subaru Recall Mobil di Cina

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Mercedes-Benz. REUTERS/Michaela Rehle

    Logo Mercedes-Benz. REUTERS/Michaela Rehle

    TEMPO.CO, Jakarta - Beijing Benz Automotive Co. akan menarik kembali (recall) 1.925 kendaraan Mercedes-Benz pada 31 Mei 2019, karena kantung udara (airbag). Penarikan itu melibatkan sedan C-Class dan model sport GLC yang diproduksi antara Januari dan Maret 2018, menurut Administrasi Negara untuk Peraturan Pasar, Cina. 

    Airbag lutut untuk pengemudi mungkin tidak memberikan perlindungan yang efektif karena kesalahan pemasok airbag, sehingga meningkatkan risiko cedera pada orang-orang di dalam kendaraan jika terjadi kecelakaan. Perusahaan akan mengganti airbag lutut yang rusak secara gratis untuk kendaraan yang terkena dampak.

    Baca: Masalah Airbag, HPM Recall Honda Jazz dan Freed

    Di waktu yang sama, pembuat mobil Jepang, Subaru, juga mengumumkan akan menarik kembali 5.035 kendaraan yang dijual di pasar Cina karena kemungkinan bahaya keselamatan. 

    Penarikan itu akan dimulai pada 17 Mei terhadap beberapa model impor Subaru seperti Legacy, Outback, dan Impreza yang diproduksi antara 6 Januari dan 29 Agustus 2014, menurut pernyataan yang diposting di situs web Administrasi Negara untuk Pengaturan Pasar. 

    Baca: Masalah Airbag, Toyota Recall 1,7 Juta Mobil di Seluruh Dunia

    Airbag penumpang depan, yang diproduksi oleh pabrikan Jepang, Takata, diduga memiliki inflator cacat produksi sehingga dapat pecah dan mengirim pecahan komponen keras pada airbag yang berpotensi fatal ke penumpang ketika airbag diaktifkan, kata pemerintah. Subaru akan mengganti airbag cacat dari kendaraan yang terkena dampak secara gratis, kata pernyataan itu.

    CHINA DAILY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?