Masalah Airbag, Toyota Recall 1,7 Juta Mobil di Seluruh Dunia

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Toyota Logo

    Toyota Logo

    TEMPO.CO, JakartaToyota Motor Corp mengatakan pada Rabu, 9 Januari 2019, bahwa pihaknya menarik 1,7 juta kendaraan di seluruh dunia terkait adanya potensi masalah pada inflator kantung udara Takata. 

    Langkah ini merupakan bagian dari kampanye penarikan industri multi-tahun yang diumumkan pada 2016.

    Produsen mobil menambahkan sekitar 10 juta inflator kendaraan di Amerika Serikat (AS) ke dalam kampanye penarikan terbesar yang pernah ada dalam sejarah. 

    Pekan lalu, Ford Motor Co mengatakan telah menarik 953.000 unit kendaraan di seluruh dunia karena inflator Takata. Sebelumnya, 37 juta kendaraan di AS dengan 50 juta inflator ditarik kembali dan 16,7 juta inflator masih harus diganti.

    Baca: Toyota Himbau Pelanggan Periksa Inflator Airbag Diduga Bermasalah

    Setidaknya 23 kematian di seluruh dunia telah dikaitkan dengan pecahnya inflator kantung udara Takata yang rusak, 15 di antaranya terjadi di Amerika Serikat.

    Penarikan terbaru Toyota ini terkait kendaraan dengan model antara tahun 2010 hingga 2015, termasuk 1,3 juta kendaraan di Amerika Serikat.

    Lebih dari 290 orang cedera di seluruh dunia telah dikaitkan dengan permasalahan inflator Takata yang bisa meledak, menyemprotkan pecahan logam di dalam mobil dan truk. 

    Secara total, 19 produsen mobil menarik lebih dari 100 juta inflator yang berpotensi rusak di seluruh dunia.

    Hingga saat ini, 21 kematian telah dilaporkan di kendaraan Honda Motor Co dan dua di kendaraan Ford. Kedua produsen mobil telah mendesak beberapa pengemudi dengan usia kendaraan yang lebih tua untuk tidak mengemudikannya sampai inflator diganti.

    Kerusakan itu membuat Takata mengajukan perlindungan kebangkrutan pada Juni 2017. Pada bulan April, pembuat komponen otomatis Key Safety Systems menyelesaikan kesepakatan 1,6 miliar dolar AS untuk mengakuisisi Takata.

    Perusahaan yang bergabung, yang dikenal sebagai Joyson Safety Systems, adalah anak perusahaan dari Ningbo Joyson Electronic Corp.

    Produsen mobil di Amerika Serikat telah memperbaiki lebih dari 7,2 juta inflator kantong udara Takata yang rusak pada tahun 2018, ketika perusahaan meningkatkan upaya untuk melacak bagian yang membutuhkan penggantian, menurut sebuah laporan yang dirilis bulan lalu.

    Baca: Toyota Akan Panggil Konsumen Terdampak Airbag Takata

    Di Indonesia, PT Toyota Astra Motor (TAM) telah melakukan penarikan mobil (recall) terkait masalah yang sama. TAM melakukan program Special Service Campaign (SSC) terkait dugaan masalah pada sensor airbag di sejumlah mobil Toyota. Sebanyak 24.662 unit terindikasi terlibat yaitu Toyota Alphard, Corolla, New Fortuner, New Kijang Innova, dan New Hilux, dengan tahun produksi dari 7 Mei 2015 hingga 29 Januari 2016.

    Selain program SSC terkait sensor airbag, sebelumnya juga sudah ada program serupa terkait persoalan komponen inflator airbag yang dialami secara massal dan global oleh berbagai produsen kendaraan, termasuk Toyota.

    Terkait dengan airbag inflator, TAM sendiri melakukan pemanggilan kepada pelanggan melalui surat sejak 2015 dan hingga saat ini terus aktif menginformasikan program ini, baik kepada pelanggan maupun melalui saluran komunikasi seperti di media massa dan situs resmi Toyota.

    Baca: Masalah Airbag, Toyota Recall 181 Ribu Mobil di Cina

    Total produk Toyota yang terindikasi terkena potensi masalah inflator airbag sebanyak 117.117 unit, dari yang sebelumnya terdata sebanyak 97.980 unit. Jumlah itu terbagi atas Alphard produksi tahun 2010—2014, NAV1 produksi 2012—2013, Camry produksi 2002—2004, Corolla produksi 2001—2013, Vios produksi 2006—2013, dan Yaris produksi 2006—2013.

    Sepanjang tahun 2017, TAM terus meningkatkan efektivitas program SSC dengan melibatkan 320 jaringan Toyota di Indonesia, guna memastikan pelanggan yang terlibat kendaraannya, melakukan pemeriksaan dan penggantian airbag jika diperlukan.

    Hingga akhir April 2018, tercatat sebanyak 14.918 unit kendaraan telah diperbaiki inflator airbag-nya di bengkel resmi Toyota, atau sekitar 12,74 persen dari total kendaraan yang terlibat di Indonesia.

    ANTARA | WP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.