Ketua DPR: APM Kurang Berani Jual Mobil Listrik

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Blue Bird melakukan pengisian listrik pada baterai mobil listrik Tesla. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    Petugas Blue Bird melakukan pengisian listrik pada baterai mobil listrik Tesla. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Peralihan kendaraan dengan penggerak listrik (termasuk mobil ilstrik) sudah mulai masuk ke Indonesia. Namun kebanyakan dari para produsen atau agen pemegang merek (APM) yang memilikinya memulai dengan hybrid (paduan mesin bensin dan listrik).

    Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menilai bahwa seharusnya para produsen kendaraan di Indonesia sudah bisa langsung beralih ke teknologi murni lisrtrik tanpa harus melalui hybrid terlebih dulu.

    Dalam hal ini Bamsoet merasa para produsen kurang berani dalam mengambil sikap karena memilih untuk menghadirkan teknologi hybrid dulu karena salah satunya mungkin faktor pasar. Ia pun mengingatkan para produsen jangan takut kehilangan pasar karena menghadirkan teknologi murni listrik.

    Baca: DFSK Ingin Bawa Mobil Listrik ke Indonesia

    "Kita siap dengan era kendaraan listrik, Gesits saja sudah siap. Tidak ada kata tidak siap. Mereka ini kan tidak mau kehilangan bisnisnya, saya mengingatkan kepada APM jangan hanya melihat kepentingan bisnis, tapi pikirkan kepentingan ekonomi rakyat dan lingkungan kita," ujar Bamsoet di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Minggu, 5 Mei 2019.

    Sepeda Motor Listrik Gesits ramai dicoba pengunjung Indonesia International Motor Show 2019, 27 April 2019. TEMPO/Khairul Imam Ghozali

    Ia pun sangat mendukung bagi para produsen yang berani mengambil langkah untuk langsung menghadirkan teknologi murni listrik. Apa lagi pemerintah sudah berencana memberikan insentif bagi produsen yang menghadirkan teknologi ramah lingkungan tersebut.

    "Saya sangat mendukung, menurut saya tidak perlu Hybrid tapi langsung ke full listrik. Beberapa negara sudah memulainya dan memberikan insentif yang luar biasa kepada produsen yang membuatnya," ujar Bamsoet.

    Baca: Jajal Pempek Balap, Mobil Listrik Seharga Rp 20 Juta Buatan Unsri

    Sebagai contoh, Bamsoet mengapresiasi langkah yang diambil oleh perusahaan transportasi Blue Bird, yang mulai menghadirkan beberapa armada dengan penggerak murni listrik.

    "Blue Bird harus ditiru, saya juga mendorong pemerintah DKI untuk kendaraan dinas pegawainya wajib menggunakan kendaraan listrik. Begitu juga bus-bus dan angkutan-angkutan, jadi sudah seharusnya pemerintah mulai migrasi ke kendaraan listrik," pungkas Bamsoet.

    CO-CEO PT Sokonindo Automobile, agen pemegang merek Dongfeng Sokon (DFSK) di Indonesia, Alexander Barus mengaku ingin segera memperkenalkan mobil listrik buatan Sokon yang sudah diluncurkan di Cina beberapa waktu lalu. Menurut Alex, mobil listrik buatan Sokon Group yang diberi nama Seres SF5 itu untuk tahan awal akan dipasarkan di Cina dan Amerika Serikat. 

    Mobil listrik Jinkang Seres SF5. (Electrec.co)

    "Kami berharap bisa segera memperkenalkannya ke masyarakat Indonesia," kata Alex saat dijumpai di booth DFSK di pameran otomotif Indonesia International Motor Show 2019 atau IIMS 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu malam, 4 Mei 2019.

    Seres SF5 dibangun di atas platform listrik yang dikembangkan secara independen dan memiliki jangkauan lebih dari 500 kilometer dengan sekali pengisian, menurut startup yang didirikan tiga tahun lalu di Silicon Valley di Amerika Serikat.

    Menampilkan sistem dual-motor dan sistem penggerak empat roda yang cerdas, model ini memiliki output maksimum 510 kW dan torsi tertinggi 1.040 Nm. Model ini menggunakan sistem operasi Alibaba, memiliki kecepatan tertinggi 250 kilometer per jam dan dapat berlari dari 0-100 kilometer per jam dalam waktu kurang dari 3,5 detik.

    Baca: Pabrik Baterai Mobil Listrik Segera Dibangun di Morowali

    Selain versi listrik, Jinkang Seres juga menghadirkan versi range-extender. Dalam mode listrik, versi dapat berjalan hingga 180 km. Model ini diklaim memenuhi permintaan harian kebanyakan orang.

    Alex berharap aturan soal mobil listrik dan mobil ramah lingkungan di Indonesia segera terwujud sehingga DFSK dapat berpartisipasi dalam mendukung aturan ini. "Kami masih menunggu aturan dari pemerintah," ujarnya.

    Saat ditanya SUV listrik Seres SF5 akan dipamerkan di Gaikindo Indonesia International Auto Show 2019 atau GIIAS 2019, 18-28 Juli 2019, Alex hanya tersenyum, "mudah-mudahan ya."

    Wuling Motors Indonesia pernah membawa contoh mobil listrik ke pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show 2018 atau GIIAS 2018 di ICE, BSD City, Tangerang. Mobil listrik yang dipamerkan adalah Wuling E100. Modelnya mungil, hanya memiliki 2 kursi. Mobil ini memerlukan waktu 8 jam untuk mengisi ulang baterai dangan jarak tempuh 200 kilometer sekali isi ulang baterai.

    Vice President of Vehicle, Sales, Service and Marketing Cindy Cai ketika itu mengatakan bahwa kehadiran mobil listrik mungil E100 ingin membuktikan Wuling sudah memiliki teknologi dan bahkan memasarkan mobil listrik. "Di Cina, dalam 5 bulan pertama tahun ini E100 laku 11 ribu unit," kata Cindy di booth Wuling Motors, seperti diberitakan Tempo.co, 2 Agustus 2018. 

    Wuling memperkenalkan mobil listrik E100 di pameran otomotif GIIAS 2018. 2 Agustus 2018. TEMPO/Wawan Priyanto

    Menurut Cindy, secara teknis pabrik Wuling Motors di Indonesia siap memproduksi mobil listrik. Meski nantinya diperlukan penyesuaian atau instalasi peralatan baru. "Bisa saja, karena pada dasarnya kami sudah dapat membuatnya di Cina," ujarnya. 

    Saat ini, lanjut Cindy, Wuling menunggu regulasi dari pemerintah terkait dengan mobil listrik. Ia mengaku Wuling sebagai pabrikan yang memiliki produk mobil listrik sudah menyampaikan tentang teknologi dan kesiapan untuk memboyong mobil listrik kepada pemerintah Indonesia.

    Cindy bercerita bahwa mobil listrik mendapatkan perlakuan istimewa di Cina. "Pemerintah kami sangat mendukung dan mendorong penggunaan mobil dengan energi terbarukan, termasuk mobil listrik. Insentif yang diberikan untuk mobil energi terbarukan sangat besar," katanya.

    Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan seperti diberitakan Tempo.co 22 April 2019, menjamin peraturan presiden tentang mobil listrik akan dirilis akhir bulan ini. Perpres tersebut bakal dirumuskan segera lantaran operator taksi, PT Bluebird Tbk, telah mendatangkan armada bertenaga listrik yang akan beroperasi dalam waktu dekat.

    "Saya berharap bulan ini, paling lambat awal bulan depan, sudah akan keluar Perpresnya," ujar Luhut saat ditemui di kantor pusat Bluebird, Mampang, Jakarta Selatan, Senin, 22 April 2019.

    Menurut Luhut, rancangan beleid yang mengatur operasional mobil listrik itu sudah diterima presiden hari ini. Ia memastikan, Presiden Joko Widodo tak akan berlarut-larut membahas dan meneken perpres.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kecelakaan Tol Cipali Dipicu Bus yang Supirnya Diserang Penumpang

    Kecelakanan Tol Cipali melibatkan empat kendaraan beruntun di kilometer 150, Senin dinihari, 17 Juni 2019 dipicu serangan penumpang pada supir.