Volkswagen Memilih Mengakhiri produksi VW Beetle, Ini Alasannya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Unit terakhir VW Beetle di pabrik perakitan Meksiko. Sumber: Reuters

    Unit terakhir VW Beetle di pabrik perakitan Meksiko. Sumber: Reuters

    TEMPO.CO, JakartaVolkswagen mengakhiri produksi mobil legendarisnya, VW Beetle. Acara perpisahan itu dilakukan di pabrik VW Puebla, Meksiko. Produksi unit terakhir Beetle disambut dengan iringan lagu grup mariachi dan disaksikan para pekerja pabrik, Rabu 10 Juli 2019 waktu setempat.

    Baca Juga: Mesin Kecil, VW Beetle Lawas Mampu Menarik Trailer

    Beetle yang populer disebut VW "kodok" oleh penggunanya di Indonesia merupakan kendaraan empat tempat duduk yang mulai diproduksi di Jerman pada 1938. Model itu bertahan selama 80 tahun sebelum kalah bersaing dengan model-model sport utility vehicle (SUV) yang lebih diminati masyarakat. Pabrik di Puebla memang telah memproduksi mobil yang lebih modern seperti Tiguan, dan rencananya VW Tarek pada tahun depan.

    Menurut Chief Executive VW Meksiko Steffen Reiche, mobil-mobil besar ini lebih laku di pasar Amerika Serikat yang notabene menjadi pasar ekspor terbesar kendaraan produksi Meksiko. “Ini adalah hari terakhir [VW Beetle]. Semuanya sangat emosional,” ujarnya.

    VW Beetle edisi paripurna ini menggunakan desain versi ketiga. Unit terakhir akan dijual melalui e-commerce Amazon. Menurut Reiche, hal ini menjadi simbol bahwa VW siap menatap masa depan.

    VW Beetle memulai debut pada 1938 yang mengusung semangat kendaraan murah yang menjadi bagian dari upaya Adolf Hitler untuk memacu kepemilikan mobil bagi rakyat Jerman.

    Baca Juga: Render Nissan Juke Hadir dengan Tampilan Depan Mirip VW Beetle

    Harga terjangkau dan desain yang unik membuat mobil ini sukses besar di pasaran. Bahkan pada 1960 Beetle sempat merajai pasar otomotif Amerika Serikat.

    Kendati demikian, lambat laun Beetle semakin tersisihkan dengan kehadiran beragam kendaraan baru. Meski masih menyisakan penggemar fanatik, pada September tahun lalu VW pun harus mengumumkan bahwa produksi mobil ini akan berhenti selamanya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.