Konsumsi BBM Nissan Note e-Power 1 Liter Tembus 37 Kilometer

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjajal mobil listrik Nissan Note e-Power di ICE, BSD City, Tengerang, Banten, Senin, 13 November 2017. Dok. Nissan

    Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjajal mobil listrik Nissan Note e-Power di ICE, BSD City, Tengerang, Banten, Senin, 13 November 2017. Dok. Nissan

    TEMPO.CO, Karawang - Selain mobil full listrik Nissan LEAF, PT Nissan Motor Indonesia juga memperkenalkan Nissan Note e-Power di Indonesia. Mobil kategori hybrid ala Nissan ini diklaim lebih efisien bahan bakar.

    "Untuk satu liternya bisa menempuh jarak 37,2 kilometer atau sekitar 1.480 kilometer saat full tangki, karena kapasitas tangki mobil ini 40 liter, " kata Senior Manager R&D Nissan Motor Indonesia, Jauhari Adzannis, di sela-sela kegiatan test drive mobil listrik Nissan di Sirkuit Bridgestone, Karawang, Jawa Barat, Senin, 9 September 2019.

    Nissan Note dengan teknologi e-Power ini pada dasarnya masuk kategori mobil listrik atau EV. Sebab, kata Jauhari, mobil ini masih digerakkan oleh motor listrik. Adapun perbedaanya adalah e-Power tidak memiliki eksternal charging seperti mobil full listrik dan mobil hybrid pada umumnya.

    Nissan Note yang disematkan teknologi e-Power sendiri dilengkapi dengan mesin 1.2 liter. Adapun mesin konvensional itu kata Jauhari, hanya berfungsi sebagai generator untuk pengisian daya ke motor baterai yang menggerakkan motor listrik.

    "Kalau untuk hybrid, itu kan dua-duanya (mesin dan motor listrik) sebagai penggerak roda. e-Power tidak. Makanya teknologi ini memerlukan gasolin (bensin) sebagai bahan bakar,"ujarnya.

    Adapun keunggulan teknologi e-power dari Nissan disebut Jauhari adalah rendah emisi. Sekalipun masih menggunakan bahan bakar fosil.

    "Ya, masih ada emisi, tapi nilainya sangat rendah," kata Jauhari, yang berharap dengan adanya teknologi pada Nissan Note e-Power, bisa membantu masyarakat untuk hijrah ke mobil-mobil yang lebih ramah lingkungan. Dalam hal ini jajaran mobil listrik.

    "Ini sebagai saran juga atau jembatan paling bagus untuk peralihan dari mesin konvensional ke mobil listrik," ucap dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.