Pasar Menjanjikan, Suzuki XL7 Ditargetkan 2.000 Unit per Bulan

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suzuki XL7. TEMPO/Wira Utama

    Suzuki XL7. TEMPO/Wira Utama

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengumumkan target penjualan sebanyak 2.000 unit setiap bulannya untuk kendaraan terbaru mereka, Suzuki XL7 yang diluncurkan di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, pada Sabtu, 15 Februari 2020.

    "Market share 20 persen atau secara kuantitas 2.000 dalam satu bulan," kata 4W Marketing Director PT SIS, Dony Saputra usai peluncuran.

    Ia menyatakan bahwa pabrikan berlogo huruf S itu optimistis karena segmen yang diusung XL7, yakni sport utility vehicle, sedang berkembang.

    Untuk tahap pertama, kata Dony, Suzuki XL7 akan menyasar konsumen di wilayah perkotaan, terutama Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok dan Bekasi.

    "Dari beberapa data penyebaran segmen untuk XL7 hampir sama dengan penyebaran LMPV (Ertiga)," kata dia.

    Video Suzuki XL7:

    "Kalau bicara wilayah Jabodetabek itu kira-kira di angka 30 persen sisanya di luar wilayah itu," jelas dia.

    Kendati demikian, Dony menyatakan bahwa target konsumen XL7 berbeda dengan Ertiga, sehingga mereka meyakini kehadiran mobil baru itu tidak mengganggu pasar penjualan Ertiga.

    "Kalau kami lihat, agak berbeda segmennya Ertiga dengan XL 7. Kalau Ertiga, 80 persen itu first car buyer kalau di SUV itu 43 persen sebagai mobil tambahan atau pengganti," ucap dia.

    Saat ini Ertiga dan Suzuki Carry menjadi tulang punggung penjualan Suzuki di Indonesia.

    Pada 2019, Suzuki Indonesia mencatatkan penjualan ritel kendaraan roda empat sebanyak 102.865 unit, yang dipimpin model Suzuki New Carry.

    Kontribusi terbesar penjualan Suzuki pada 2019 berasal dari New Carry sebanyak 54.943 unit dan All New Suzuki Ertiga yang mencapai 26.377 unit di posisi kedua.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.