Kata Teknisi Soal Dampak Penyemprotan Disinfektan pada Cat Mobil

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Komplek Tamasari Persada Raya, Jatibening Baru, berinisiatif membuat bilik disinfektan untuk mencegah penyebaran virus corona. Bilik disinfektan digunakan untuk mensterilkan kendaraan berserta penumpangnya. Sabtu, 28 Maret 2020. Tempo/Wawan Priyanto

    Warga Komplek Tamasari Persada Raya, Jatibening Baru, berinisiatif membuat bilik disinfektan untuk mencegah penyebaran virus corona. Bilik disinfektan digunakan untuk mensterilkan kendaraan berserta penumpangnya. Sabtu, 28 Maret 2020. Tempo/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Hari-hari ini kita sering menjumpai aktivitas penyemprotan cairan disinfektan untuk pencegahan virus corona. Di jalan-jalan, perumahan, manusia, bahkan pada kendaraan.

    Product Improvement Department Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Bambang Supriyadi menjelaskan bahwa cairan disinfektan umumnya mengandung senyawa kimia klorida atau chloride. Kalau kadarnya rendah, kata Bambang tidak akan merusak cat bodi pada mobil.

    "Biasanya bahan chloride itu paling banyak digunakan. Efek terhadap body mobil tidak banyak karena biasanya kadar chloride yang digunakan sedikit,"kata Bambang saat dihubungi Tempo, Kamis 2 April 2020.

    Hanya saja, kata Bambang perlu diperhatikan bagaimana proses meracik disinfektan. Jangan sampai asal-asalan dan tidak dilakukan oleh orang profesional.

    Dia juga menyarankan agar penyemprotan tidak dilakukan pada bagian kabin. "Kabin tidak perlu disemprot,"katanya.

    Terkait dengan pencegahan korona, menurut Bambang. Hal yang paling dianjurkan adalah Physical distance, kemudian rajin cuci tangan atau membersihkan barang-barang atau part yang dipakai di mobil menggunakan sabun. Seperti steering wheel (setir), tuas transmisi, handle door, dan switch lampu.

    "Kita wajib menjaga kebersihan kabin, menjaga kebersihan filter ac, sehingga udara yang dihirup pengemudi fresh yang pada ujungnya meningkatkan imunitas tubuh,"ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.