Daimler Gandeng Rekanan Cina Bikin Baterai untuk Mercedes Terbaru

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ruang parkir khusus Mercedes-Benz di Plaza Indonesia dilengkapi dengan fasilitas isi ulang baterai mobil listrik (EQ Power Charging). 24 September 2018. (Mercedes-Benz Indonesia)

    Ruang parkir khusus Mercedes-Benz di Plaza Indonesia dilengkapi dengan fasilitas isi ulang baterai mobil listrik (EQ Power Charging). 24 September 2018. (Mercedes-Benz Indonesia)

    TEMPO.CO, Jakarta - Produsen mobil Mercedes, Daimler, menggandeng produsen baterai Contemporary Amperex Technology Co Ltd (CATL) dari Cina. Baterai itu disiapkan khusus untuk mobil listrik Mercedes-Benz alias Mercedes.

    Baterai CATL diincar karena mampu menghasilkan jarak tempuh hingga 700 kilometer dan di-charge lebih cepat dari model sebelumnya. 

    Daimler juga telah bekerja sama dengan berbagai perusahaan baterai, seperti LG Chem untuk mempersiapkan mobil listrik dan hybrid.

    Perjanjian dengan CATL diteken pada Rabu lalu, 5 Agustus 2020, yang mencakup penyediaan sel baterai dan seluruh sistem baterai. Keduanya pun akan menggabungkan kerja sama hasil penelitian yang telah dimiliki.

    "Kami bermaksud memimpin teknologi baterai, jadi kami sekarang menggabungkan keahlian penelitian dan pengembangan kami sendiri dengan mitra yang berani," kata Daimler dalam sebuah pernyataan seperti dikutip Antara dari Reuters hari ini, Kamis, 6 Agustus 2020.

    Produsen mobil mewah Jerman itu menjelaskan perjanjian tersebut mencakup berbagai teknologi baterai dari seluruh modul untuk mobil Mercedes.

    "Kerjasama ini juga termasuk desain CATL cell-to-pack (CTP), yang menghilangkan modul konvensional dan mengintegrasikan sel langsung ke dalam baterai."

    Untuk jangka panjang, kerja sama itu diharapkan dapat memperpendek siklus pengembangan dan menghemat biaya secara berkelanjutan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.