Suzuki XL7 Diklaim Gairahkan Penjualan Low SUV

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suzuki XL7. TEMPO/Wira Utama

    Suzuki XL7. TEMPO/Wira Utama

    TEMPO.CO, Jakarta - Pangsa pasar otomotif pada segmen Medium SUV mencapai 16,2 persen dari total penjualan mobil selama Januari-Juni 2020. Angka itu meningkat dari periode yang sama tahun lalu sebesar 12,4 persen. Suzuki XL7 diklaim berhasil meningkatkan demand di segmen itu.

    "Saat ini masyarakat membutuhkan mobil yang bisa menemani aktivitas ke berbagai medan. Suzuki XL7 punya itu untuk masyarakat Indonesia," ujar 4W Marketing Director PT SIS, Donny Saputra dalam siaran persnya, Senin, 10 Agustus 2020.

    Donny berujar, Suzuki XL7 sebagai Extra Ordinary SUV memiliki kabin lega, sehingga mampu memaksimalkan kenyamanan di dalam mobil.

    "Tidak heran penjualan wholesales XL7 di bulan Juni meningkat pesat hingga 107,7 persen dan berkontribusi pada penjualan total Suzuki di bulan Juni sebesar 13,4 persen," kata dia.

    ADVERTISEMENT

    Tipe XL7 yang saat ini paling diminati adalah varian BETA dengan kontribusi sebesar 49 persen. Disusul varian ALPHA sebesar 41 persen.

    Untuk pilihan warna single tone, permintaan pelanggan didominasi oleh Snow White sebesar 34 peraen dan Cool Black Metallic 27 persen. Sedangkan untuk warna dual tone, yang paling banyak diminati adalah warna utama XL7 ALPHA yaitu Rising Orange + Black dengan persentase 13 persen dari seluruh penjualan XL7.

    "Angka ini turut berkontribusi terhadap lebih dari 13 persen penjualan mobil penumpang Suzuki dengan warna-warna terang (biru, oranye, merah) di paruh pertama tahun 2020," ujarnya.

    Suzuki XL7 merupakan kendaraan 7 penumpang yang bermain di segmen Low SUV. Model ini menantang Low SUV yang lebih dulu dipasarkan seperti Toyota Rush, Daihatsu Terios, Honda BR-V, dan Mitsubishi Xpander Cross


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.