Toyota Kijang Innova Raih Skor Tertinggi Uji Tabrak ASEAN NCAP

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Toyota Kijang Innova 2020 (Toyota Indonesia)

    Toyota Kijang Innova 2020 (Toyota Indonesia)

    TEMPO.CO, JakartaToyota Kijang Innova terbaru mendapat peringkat lima bintang dalam uji kecelakaan yang dilakukan oleh ASEAN NCAP (New Car Assessement Program for Southeast Asia), dengan nilai total 82,69 poin.

    Dalam keterangan ASEAN NCAP pada Kamis, 22 Oktober 2020, Kijang Innova yang diuji merupakan tipe 2.0 MT model tahun 2020 produksi Indonesia yang dipasarkan di Indonesia, Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Myanmar dan Vietnam.

    "Toyota Innova terbaru memperoleh total skor 82,69 poin dalam penilaian ini yang membuatnya memenuhi syarat untuk dianugerahi peringkat Bintang 5 ASEAN NCAP," demikian pernyataan tertulis ASEAN NCAP.

    Dalam tes tersebut, Innova mendapatkan skor 33,05 untuk perlindungan terhadap penumpang dewasa (Adult Occupant Protection) dari maksimal 36.00 poin.

    Sedangkan untuk perlindungan terhadap penumpang anak-anak (Childs Occupant Protection) mendapat poin 42,17 poin dari maksimal 49.00 poin.

    Kijang Innova facelift dirilis pada 15 Oktober lalu.

    Seluruh varian New Kijang Innova dan New Innova Venturer dilengkapi fitur Convenient Rear Camera, Vehicle Stability Control (VSC) dan Hill Start Assist (HSA). Khusus New Venturer terdapat tambahan fitur safety berupa Dual Knee Side, dan Curtain Shield Airbags.

    Fitur keselamatan:
    Convenient Rear Camera for All Grades (G, V, Venturer (GAS & DSL)
    Vehicle Stability Control (VSC) for All Grades (G, V, Venturer (GAS & DSL)
    Hill Start Assist (HSA)for All Grades (G, V, Venturer (GAS & DSL))
    Dual, Knee, Side andCurtain Shield Airbags (Venturer GAS &DSL Grades)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.