Kuasai Pasar Mobil Premium, Prestige Motorcars Beli Saham Renault Indonesia

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rudi Salim Presiden Direktur Prestige Image Motorcars pengimpor Tesla dan Buggatti. Sumber: swa.co.id

    Rudi Salim Presiden Direktur Prestige Image Motorcars pengimpor Tesla dan Buggatti. Sumber: swa.co.id

    TEMPO.CO, Jakarta- Prestige Motorcars menggandeng PT Maxindo Renault Indonesia (MRI) untuk menguasai pasar passenger car di Indonesia.

    Prestige Motorcars telah membeli sebagian kepemilikan saham Renault Indonesia yang diresmikan pada Kamis lalu, 3 Desember 2020, di kantor pusat MRI, Pluit, Jakarta Utara.

    Rudy Salim, Presiden Direktur Prestige Motorcars, menyatakan bahwa dengan reputasi perusahaannya yang baik di dunia otomotif kerja sama itu akan menghasilkan keuntungan bagi Renault di Indonesia.

    “Kami akan melakukan penetrasi masif di pasar Indonesia, engage dengan kelas menengah dan milenial, serta memberikan experience selayaknya konsumen luxury premium car,” ujar dia dalam keterangan tertulisnya hari ini, Senin, 7 Desember 2020.

    Prestige Motorcars dikenal sebagai salah satu pemain penting di segmen premium cars dan pelopor distribusi mobil listrik melalui brand Tesla.

    Trend pasar dunia terhadap ‘zero pollution vehicle’ juga semakin membuat Tesla naik daun.

    Adapun Renault, melalui MRI, selama hampir 2 tahun telah meluncurkan berbagai model mobil Renault yang cocok untuk pasar Indonesia.

    “Kami juga akan sangat serius menggarap pasar mobil listrik Renault di Indonesia.”

    Pada 2020, Renault Indonesia menunjukkan tren penjualan yang cukup baik dibandingkan 2019. Pandemi Covid-19 membuat pencapaian penjualan di kuartal 1 dan 2 . Tapi MRI mampu melambung di kuartal 3 dan 4.

    Andrew Limbert, Chief Executive Officer Maxindo Renault Indonesia, berharap dengan bergabungnya Prestige Motorcars mampu menambahkan pengalaman dan warna yang berbeda.

    “Sehingga kami bisa memberikan pengalaman baru dalam memilih mobil idaman konsumen, baik untuk personal maupun untuk keluarga,” tutur Andrew.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.