Stellantis Didorong Agresif Pasarkan Mobil di Cina

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo baru hasil merger produsen mobil Fiat Chrysler Automobile NV dan Peugeot SA (PSA Group). FOTO: Antara

    Logo baru hasil merger produsen mobil Fiat Chrysler Automobile NV dan Peugeot SA (PSA Group). FOTO: Antara

    TEMPO.CO, Jakarta - Para pengamat berpendapat Stellantis, pembuat mobil terbesar keempat di dunia, dinilai penting meningkatkan kehadirannya di pasar Cina.

    Stellantis baru saja dibentuk dari penggabungan antara pabrikan Italia-AS, Fiat Chrysler, dan Peugeot Prancis. 

    Perusahaan telah buka untuk bisnis kurang dari seminggu. Produknya hadir sangat kuat di seluruh Eropa dan Amerika Utara serta Selatan. Memiliki model hampir setiap segmen pasar, dari mobil kompak hingga truk dan dari offroad hingga mobil mewah sedan.

    Pejabat Stellantis mengatakan perusahaan berencana untuk meningkatkan produksi kendaraan listrik dan hibrida dalam beberapa bulan mendatang.

    Baca jugaFiat Siap Uji Coba Mobil Hybrid Generasi Terbaru

    Menurut para analis yang dikutip Xinbhua pada Selasa, 26 Januari 2021, Stellantis belum memiliki pasar yang kuat di Cina, pasar mobil terbesar di dunia.

    "Sebuah perusahaan tidak dapat mengklaim sebagai pembuat mobil global jika tidak kompetitif di Cina," kata Paolo Bricco, seorang analis dan penulis beberapa buku tentang Fiat, kepada Xinhua.

    Bricco mengungkapkan Stellantis harus melakukan merger. Bahkan, perusahaan telah didukung persetujuan antitrust dan pemegang saham. Sekarang tantangannya adalah membuat merger berhasil.

    Pietro Paganini, salah satu pendiri think tank Competere dan profesor administrasi bisnis di Universitas John Cabot Roma, mengatakan mengembangkan platform bersama di seluruh model Fiat Chrysler atau Peugeot akan membantu di Cina.

    Tantangan lain yang dihadapi Stellantis adalah tenaga kerjanya yang terlalu banyak karena pejabat perusahaan berulang kali berjanji tidak melakukan PHK sistematis. 

    Dalam kunjungannya ke Italia pekan lalu, Kepala Eksekutif Stellantis Carlos Tavares mengatakan sinergi perusahaan dan peningkatan efisiensi akan "melindungi" pekerja Italia dari pemutusan hubungan kerja.

    Tavares juga memegang posisi Kepala Eksekutif Peugeot. 

    Menurut Paganini, sesuatu harus berubah di tahun-tahun mendatang, seperti mengurangi pekerja dan peningkatan produksi secara dramatis. Jika tidak, tenaga kerja Stellantis akan membebani perusahaan.

    Dia menerangkan saat ini Stellantis memiliki sekitar 400.000 karyawan dengan produksi hanya sedikit lebih besar dari Ford.

    "Tapi Ford memiliki sekitar setengah dari jumlah karyawan Stellantis."


    XINHUA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Tanda Masker Medis yang Asli atau Palsu

    Saat pandemi Covid-19 seperti sekarang, masker adalah salah satu benda yang wajib kita pakai kemanapun kita beraktivitas. Kenali masker medis asli.