Isu Produksi Mobil Hybrid Innova dan Avanza, Begini Tanggapan Toyota

Reporter:
Editor:

Rafif Rahedian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Toyota Kijang Innova Limited Edition 50th Anniversary. (Toyota)

    Toyota Kijang Innova Limited Edition 50th Anniversary. (Toyota)

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) memberikan respons terkait isu produksi mobil hybrid yang memanfaatkan jenis mobil yang sudah ada, seperti Kijang Innova dan Avanza.

    Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal TMMIN, Bob Azzam mengatakan bahwa Toyota Indonesia akan mengelektrifikasi mobil yang sudah eksis di tanah air.

    Namun, sejauh ini Bob Azzam masih enggan memberikan tanggapa lebih lanjut tentang proyeksi Toyota dalam memproduksi mobil hybrid.

    “Saya tidak bisa announce sekarang, masih jadi business plan kita,” kata Bob kepada Tempo.co pada Jumat, 16 Juli 2021.

    “Inti nya kita akan mengelektrifikasi model-model yang eksis di Indonesia. Jadi existing industri tetap terjaga, sekaligus transformasi ke elektrifikasi,” lanjutnya.

    Lebih lanjut, Bob menjelaskan bahwa proyeksi mobil hybrid Toyota ini tidak hanya akan dipasarkan di Indonesia. Namun, perusahaan juga mengirimkan produknya ke luar negeri.

    “Selain itu kita juga akan ekspor model elektrifikasi karena demand ekspor juga required emisi yang rendah,” kata Bob. “Tahun 2022 kita mulai produksi dan export model elektrifikasi.”

    Toyota sendiri dikabarkan bakal melakukan investasi sebesar Rp28,3 triliun untuk mengalihkan produksi ke era elektrifikasi.

    Baca: Toyota Indonesia Siap Produksi Mobil Hybrid mulai 2022


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.