CATL Kenalkan Baterai Natrium-ion, Dipasok Mulai 2023

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung Contemporary Amperex Technology Ltd (CATL) di Ningde, Fujian, Cina, 8 Agustus 2018. REUTERS/Stringer

    Gedung Contemporary Amperex Technology Ltd (CATL) di Ningde, Fujian, Cina, 8 Agustus 2018. REUTERS/Stringer

    TEMPO.CO, BeijingContemporary Amperex Technology (CATL) menjadi produsen baterai otomotif besar pertama yang mengungkap baterai natrium-ion. Produsen ini berencana untuk membuat rantai pasokan untuk teknologi baru pada tahun 2023.

    Ketika kendaraan listrik menjadi semakin populer, permintaan bahan utama baterai, terutama kobalt, telah melonjak. Itu telah mendorong produsen mobil dan baterai mencari alternatif untuk tiga teknologi utama saat ini - baterai nikel-kobalt-aluminium (NCA), nikel-kobalt-mangan (NCM) dan lithium iron phosphate (LFP).

    Baterai natrium-ion tidak mengandung litium, kobalt, atau nikel. Meski demikian, komposisi itu tidak mengungkapkan rincian biaya baterai baru.

    CATL juga meluncurkan paket baterai yang mengintegrasikan baterai sodium-ion dan lithium-ion.

    “Kepadatan energi baterai natrium-ion barunya masih lebih rendah dibanding baterai LFP,” kata Huang Qisen, wakil kepala pusat penelitian CATL dalam briefing online seperti dikutip dari Reuters, Kamis, 29 Juli 2021. Dia mengklaim bahwa baterai terbarunya ini memiliki kinerja baik dalam cuaca dingin dan pengisian cepat.

    Ketua CATL, Zeng Yuqun, juga mengklaim bahwa perusahaannya memiliki lebih dari 5.000 peneliti untuk mengembangkan baterai kendaraan listirk masa depan. 

    Ia juga mengembangkan teknologi lain yang mengintegrasikan sel baterai langsung ke rangka kendaraan listrik untuk memperluas jangkauan mengemudinya.

    CATL, yang bersaing dengan Panasonic Corp Jepang dan LG Chem Korea Selatan, saat ini memasok baterai kendaraan kendaraan listrik ke sejumlah produsen seperti Tesla, Volkswagen, dan Geely.

    REUTERS

    Baca juga: CATL Kembangkan Baterai Mobil Listrik Tanpa Nikel dan Kobalt



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.