Rabu, 15 Agustus 2018

All New Kawasaki Ninja 250: Bertenaga dan Handling Enteng

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua pembalap Kawasaki, AM Fadly dan Jonathan Rea usai menjajal Kawasaki Ninja 250 terbaru di Sirkuit Sentul, Jumat, 12 Januari 2018. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    Dua pembalap Kawasaki, AM Fadly dan Jonathan Rea usai menjajal Kawasaki Ninja 250 terbaru di Sirkuit Sentul, Jumat, 12 Januari 2018. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Kawasaki Motor Indonesia telah memperkenalkan motor jagoan yang menjadi tulang punggung penjualan yaitu All New Kawasaki Ninja 250 pada pertengahan Desember tahun lalu. Pada pekan lalu, Kawasaki mengundang para jurnalis dan komunitas pengguna Ninja merasakan sensasi berkendara dengan Ninja 250. Kawasaki mengklaim telah melakukan perombakan menyeluruh pada gen ketiga ini.

    “All New Ninja telah melakukan perkembangan yang sangat besar dari sebelumnya karena memiliki spesifikasi tertinggi di kelasnya,” kata Deputy Head Sales and Promotion PT KMI Michael Chandra Tanadhi di sela test drive All New Kawasaki Ninja 250 di Sirkuit Sentul, Jawa Barat, Jumat 12 Januari 2017.

    Baca: Kata Pembalap Soal Perbedaan Kawasaki Ninja 250 Baru dan Lama

    Perbaikan pada All New Kawasaki Ninja 250 dilakukan mulai dari desain, sasis, hingga mesin. Sasis Kawasaki Ninja baru telah mengalami perbaikan desain dan penurunan bobot. Kini bobot Ninja baru terpangkas hanya 164 kilogram yang sebelumnya mencapai 172 kilogram. Berat Ninja juga lebih ringan dibandingkan kompetitor CBR250RR ABS 167 kilogram dan Yamaha YZF-R25 ABS 170 kilogram.

    Desain sasis telah berubah mengikuti motor sport Kawasaki Ninja H2 termasuk posisi mounting mesinnya yang mampu mengurangi getaran berlebihan. "Kini pengendalian motor lebih mudah dan enteng," kata Sucipto Wiyono, Supervisor Marketing Division PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI).

    Handling motor makin mudah juga ditunjang penggunaan suspensi depan yang kini diameter asnya lebih besar menjadi 41 milimeter dari sebelumnya hanya 37 milimeter. Sedangkan suspensi belakang masih mengikuti desain lama namun penempatan posisi pada sasis yang berubah membuatnya tetap stabil saat dipacu dalam kecepatan tinggi. Pengoperasian kopling juga lebih ringan 20 persen.

    Speedometer Kawasaki Ninja 250, 12 Januari 2018. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    Saat menaiki motor ini, Tempo merasakan memang enteng untuk ukuran motor sport berkapasitas 250cc. Sisi kenyamanan juga lebih terasa dengan mendesain setang jepitnya yang lebih tinggi dibandingkan kompetitor Honda CBR 250RR yang menggunakan setang under yoke. Sehingga sangat cocok saat digunakan untuk harian terutama di jalanan yang diwarnai kemacetan. Bagi postur sekitar 160 sentimeter hanya sedikit jinjit hal ini setelah Kawasaki mendesain ulang jok pengendara yang menyempit namun dengan busa yang lebih tebal.

    Sisi kenyamanan lainnya, desain cover baru akan mudah mengalirkan udara panas ke lubang pembuangan di fairing, sehingga pengendara lebih nyaman menggunakan Ninja 250 terbaru saat berkendara jarak jauh (touring). Pada gen sebelumnya aliran angin ke samping, kali ini aliran angin didesain ke bawah.

    Soal performa, KMI juga telah memperbaikinya meskipun tetap menggunakan mesin berkapasitas 249cc. Mesin tersebut membuat motor pabrikan Jepang ini mampu menghasilkan tenaga maksimum 28,5 kW atau 39 PS pada 12.500 rpm dengan torsi 2,4 Nm pada 10.000 rpm. Tenaga itu masih unggul dibandingkan kompetitornya, Honda CBR250RR hanya 38,7 PS dengan torsi 23,3 Nm dan Yamaha YZF-R25 sekitar 36 PS.

    Tenaga All New Kawasaki Ninja 250 memang lebih nampol dan memiliki nafas yang lebih panjang. Pemilik Kawasaki Ninja lawas yang juga seorang blogger, Leo S mengatakan akselerasi dan tenaga menengah atasnya lebih cepat dan panjang. Namun pada sisi bawahnya masih sama tetap smooth. "Kalau yang lama cepet banget nafas habis, yang ini tenaga masih ada," katanya yang mampu menembus kecepatan 155 kilometer per jam pada lintasan lurus di Sirkuit Sentul.

    Hal tersebut juga dibenarkan AM Fadly, pembalap Kawasaki Manual Tech. Saat menjajal motor ini, Fadly mampu menembus 169 kilometer per jam pada 14.000 rpm. Menurutnya, pada kecepatan tersebut putaran grip gas masih tersisa. "Motor ini berbeda dari versi sebelumnya. Perbedaannya sekitar 85 persen," ucapnya yang menyebut perbedaan itu terkait handling dan power.

    Jika dibandingkan dengan Honda CBR 250RR, Leo mengatakan, "Kawasaki Ninja 250 masih kalah sedikit greget saat CBR menggunakan mode sport+." Leo pernah memiliki Honda CBR 250RR saat motor dirilis pertama kali di Indonesia. Berkaitan dengan handling, motor ini memang sudah seringan dan sangat nurut seperti Honda CBR. "Handingnya sudah setara dengan CBR," ujar Leo.

    Baca: Tim Kawasaki Yakin Ninja 250 Punya Peluang Juara di ARRC

    Laju motor mudah diberhentikan karena Kawasaki telah memperbesar diameter cakram dari 287 milimeter menjadi 310 milimeter juga pada rem bagian belakang. Kawasaki juga menyematkan Anti-lock Brake System (ABS) dengan teknologi dan desain baru dibandingkan versi sebelumnya. "Desain ABSnya baru, lebih efisien untuk pengereman," ujar Sucipto.

    Dengan sejumlah revisi tersebut, KMI membandrol All New Kawasaki Ninja 250 versi standar dengan harga Rp 61,9 juta per unit. Ada tiga pilihan warna yakni Lime Green, Metalik Spark Black dan Passion Red. Terdapat juga varian special edition dengan harga Rp64,3 juta, versi ABS berwarna passion red seharga Rp71,9 juta dan candy burnt orange MDP yang memiliki harga termahal, yakni Rp72,4 juta. Seluruh harga berstatus on the road Jakarta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia Polii dan Apriani Rahayu Ingin Sejarah Baru di 2018

    Setelah Nitya Krishinda cedera, pasangan atlet bulu tangkis ganda putri Greysia Polii dan Apriani Rahayu menjadi unggulan di Asian Games 2018 nanti.