Hot Rod Weekend Party Andalkan Juri dari Para Pengunjung

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cheverolet Bel Air 1953 milik Sujiyanto alias Walik baru selesai direstorasi. Mobil ini akan tampil di Hot Rod Weekend Party di Yogyakarta, 9-10 November 2019. Tempo/Pribadi Wicaksono

    Cheverolet Bel Air 1953 milik Sujiyanto alias Walik baru selesai direstorasi. Mobil ini akan tampil di Hot Rod Weekend Party di Yogyakarta, 9-10 November 2019. Tempo/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Hot Rod Weekend Party 2019 akan digelar komunitas Hotrodiningrat Yogyakarta pada 9-10 November 2019. Ajang ini memiliki konsep kontes berbeda dalam menobatkan kustom mana yang menjadi mobil terbaik.

    Alih-alih mendatangkan dewan juri, ajang ini justru menyerahkan penilaian gelar mobil terbaik langsung kepada pengunjung yang hadir di area parkir Hotel Melia Purosani Jalan Mayor Suryotomo No.31, Ngupasan, Gondomanan, Kota Yogyakarta.

    “Pengunjung yang menjadi juri untuk menilai mobil terbaik versi mereka. Caranya dengan memasukkan kertas kupon yang diberikan kepada mereka, ke dalam toples-toples yang diletakkan di atas tiap mobil yang dianggap terbaik,” ujar Mochamad Arief, Ketua Panitia Hotrodiningrat 2019, 7 November 2019.

    Total ada sekitar 70-an mobil kustom Amerika berbagai merek yang akan turut dalam perhelatan bertema Las Vegas ini. Mereka berasal dari seantero Indonesia yang sebagian besar sudah mulai berkendara sejak awal pekan ini menuju Yogya demi menghadiri acara yang menjadi lebarannya pecinta kustom Amerika itu.

    Arif menuturkan, konsep penilaian yang diserahkan ke pengunjung ini sudah menjadi tradisi yang dilakukan sejak acara itu digelar kali pertama 2015 silam. Awalnya pengunjung memasukkan koin-koin ke dalam toples yang ada di atas kap mobil. Lalu di akhir acara dihitung berapa perolehan koin di tiap toples mobil itu.

    Namun cara ini ternyata tak praktis karena kadang satu toples sudah penuh koin dan lainnya kosong. Kemudian koin itu diubah menjadi kupon kertas.

    “Anggota Hotorodiningrat selaku tuan rumah tidak diperkenankan mengkuti kontes ini dan mendapat penilaian, hanya khusus mobil peserta dari luar Yogya,” ujarnya.

    Di akhir acara, mobil-mobil yang turut akan melintasi karpet merah untuk dinilai dan diparesiasi bersama para anggota komunitas.

    Perolehan banyaknya kupon daripeserta dan apresiasi sesame anggota komunitas ini lantas disandingkan. Sebagai catatan bagi pemilik mobil.

    Anggota komunitas Hotrodiningrat, Ari Prabowo alias Popo menuturkan 70 perserta hanyalah perkiraan kasar peserta yang dipastikan ikut.

    “Berkaca dari even event sebelumnya, banyak peserta yang tak konfirmasi tiba tiba datang dengan mobilnya dan menyatakan ikut ajang ini. Kami tentu tak bisa menolak,” ujarnya.

    Popo menegaskan, penyelenbggara tak akan pernah menutup area penyelenggaraan agar peserta yang datang meleset dari waktu perhelatan acara tak kecele.

    Ia menyadari mengendarai mobil kustom Amerika kadang tak gampang dan bisa jadi mendapat masalah dijalan mengingat mobil itu rilisan tahun tahun 1950-1970 an.

    “Kami juga bebeaskan area parkir peserta akan memilih memarkir kendaraannya di sisi mana, taka da kategori-kategori tertentu karena semua mendapat posisi sama,” ujarnya.

    Popo menuturkan, meski secara blak-blakan ajang ini tak menyediakan ruang jual beli, tak menutup kemungkinan transaksi bisa terjadi. Baik antara pengnjung dengan peserta atau peserta dengan peserta.

    “Silahkan saja (kalau mau) jual beli. Namun kami tak menyediakan ruang untuk itu, antara peminat dan penawar saja,” ujarnya.

    Hotrod Weekend Party 2019 ini rencananya digelar hari Sabtu-Minggu, (9-10/11) mulai pukul 11.00 siang hingga 22.00 WIB.

    HWP tersebut sudah menjadi semacam tradisi bagi pemilik dan penyuka mobil klasik kustom Amerika di Indonesia.

    Setiap tahun, para pecinta mobil klasik tersebut menyiapkan mobil-mobil mereka untuk dibangun, dipercantik, untuk dikendarai menuju Yogyakarta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Paparan Radiasi Cesium 137 di Serpong

    Bapeten melakukan investigasi untuk mengetahui asal muasal Cesium 137 yang ditemukan di Serpong. Ini berbagai fakta soal bahan dengan radioaktif itu.