Hasil Investigasi Nissan Sebut Kasus Carlos Ghosn Bisa Meluas

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • President and CEO Nissan Motor Carlos Ghosn memperkenalkan produk terbaru mobil Datsun Go+ di Jakarta, (17/9). Mobil MPV ini dipasarkan dengan harga dibawah 100 juta rupiah. TEMPO/Imam Sukamto

    President and CEO Nissan Motor Carlos Ghosn memperkenalkan produk terbaru mobil Datsun Go+ di Jakarta, (17/9). Mobil MPV ini dipasarkan dengan harga dibawah 100 juta rupiah. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Paris - Investigasi Nissan terhadap dugaan pelanggaran oleh Ketua & CEO Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi, Carlos Ghosn, disebut meluas hingga mencakup masalah keuangan Renault-Nissan. Berdasarkan sumber yang dilansir Reuters, Nissan berusaha untuk melepas aliansi global mereka sebagai pembuat mobil bersama perusahaan induk di Prancis.

    Nissan mengatakan kepada dewan Renault pada hari Senin, 19 November 2018 bahwa ada bukti kesalahan potensial di Renault-Nissan BV. Perusahaan Belanda yang mengawasi operasi aliansi ini menjelaskan ada tiga orang yang mengetahui tentang masalah tersebut.

    Baca: Carlos Ghosn Ditangkap di Jepang, Renault Tunjuk Bos Baru

    Menurut Chief Executive Nissan, Hiroto Saikawa, 43,4 persen saham Nissan dimiliki oleh Renault. Dalam penyelidikan, terdapat kesalahan yang melibatkan Carlos Ghosn termasuk kurangnya pelaporan tentang kompensasi dan penggunaan pribadi pada aset perusahaan.

    Saikawa juga mengungkapkan rencana untuk menghapus Ghosn dari kepemimpinannya setelah veteran industri berusia 64 tahun itu ditangkap di Tokyo beberapa waktu lalu. Tidak satu pun dari orang-orang yang ditahan itu memiliki kesempatan untuk berkomentar secara terbuka tentang tuduhan terhadap mereka. 

    Pada sebuah konferensi pers di Jepang Senin malam, Saikawa menguraikan tiga kategori besar tuduhan terhadap Ghosn yaitu, kurangnya pelaporan kompensasi, salah mengartikan investasi perusahaan, dan menggunakan aset perusahaan secara pribadi.

    Baca: Carlos Ghosn Punya Jabatan di Aliansi, Ini Tindakan Mitsubishi 

    Berdasarkan sejarah, aliansi Renault-Nissan sudah berjalan selama 19 tahun. Aliansi ini diperbesar pada tahun 2016 dengan memasukkan Mitsubishi Motors. Namun, aliansi ketiganya ditandai dengan ketegangan di antara pembuat mobil dan pemerintah Prancis.

    Carlos Ghosn diduga melanggar instrumen keuangan di Jepang. Carlos Ghosn dicurigai telah mengecilkan penghasilannya sendiri pada laporan keuangan. 

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.